Senin, 24 November 2014

Tambang Berlian Kedua Terbesar Ini Akan Dijadikan Eco City

Tambang berlian di Rusia.
BAKUL - Ahli Geologi Yuri Khabardin, Ekaterina Elagina dan Victor Avdeenko menemukan jejak kimberlite, batu vulkanik yang terkait dengan berlian, pada 13 Juni 1955 selama Amakinsky Ekspedisi di Yakut ASSR (Otonomi Republik Soviet Sosialis). Khabardin dianugerahi Hadiah Lenin, untuk penemuan pertama kimberlite di Rusia setelah banyak ekspedisi yang gagal sebelumnya dari 40-an dan 50-an.

Dan Tambang Mir atau Mirny dibuka dua tahun kemudian, pada tahun 1957. Satu titik dioperasikan oleh Sakha, perusahaan berlian. Dan titik lainnya Alrosa, sehingga membuat tambang Mir menjadi tambang berlian pertama dan terbesar di Uni Soviet.

Tambang ini mempunyai dalam sekitar 1.722 kaki atau 525 meter, dengan diameter 3.900 kaki atau 1.200 meter, dan tambang galian ini juga sebagai lubang galian terbesar kedua di Bumi, setelah tambang Bingham Canyon.

Operasi tambang ini berlangsung dari tahun 1957 sampai penghujung tahun 2001, sedangkan penggalian bawah tanah lanjutan dimulai dari tahun 1970-an sampai proyek itu benar-benar dihentikan pada tahun 1999. Pengeboran bawah tanah juga mempunyai kedalaman 4032 kaki atau 1.220 meter.

Musim dingin selama tujuh dari dua belas bulan membekukan tanah, menyebabkannya sulit untuk penggalian. Sedangkan tanah beralih menjadi lumpur salju selama musim panas, yang mengharuskan tambang ditutup.


Dan akhirnya, tambang Mir itu ditutup pada tahun 2004, tetapi ada pembicaraan bahwa perusahaan konstruksi AB Elise memiliki rencana untuk mengubah tambang menjadi kota kubah nan mewah, yang diberi nama Eco City 2020."


sumber
Loading...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar