Manusia Salahkan Awan, Siapa Merusak Alam?

Awan cumulonimbus. sumber
BAKUL - Saat ini banyak yang mengkambinghitamkan awan cumulonimbus, sebagai biang kecelakaan banyak penerbangan komersil, terutama yang menyebabkan jatuhnya pesawat AriAsia yang saat ini masih hangat menjadi perbincangan. Lalu mengapa awan bisa terjadi dan mematikan?

Coba kita tengok bagaimana para ilmuwan telah memperingatkan, akan adanya fenomena alam yang ekstrem. Banjir bandang melanda di mana-mana, angin puting beliung menerjang seuatu daerah yang biasanya tidak pernah terjadi, semua itu akibat dari pemanasan global.

Efek rumah kaca yang dihasilkan oleh pemanasan global sendiri, dikarenakan zat karbonioksida yang menjadi perangkap bagi sinar matahari di atmosfer Bumi. Sehingga banyak daerah yang tadinya tertutup salju kian berkurang, dan daerah yang panas kini mulai mendingin.

Berhubungan dengan awan cumulonimbus itu sendiri, yaitu adanya perpindahan salju, air dan uap air dari daerah satu ke daerah lain dengan sangat singkat dan cepat, sehingga menimbulkan awan yang bisa mematikan.

Seperti kita ketahui, ulah dari banyaknya karbondioksida di atmosfer adalah adanya peningkatan pembakaran dari bahan bakar fosil, gas dan tumbuhan. Yang justru alam yang mematikan bagi manusia, diakibatkan oleh ulah tangan manusia itu sendiri.

Di dalam kitab suci AlQuran difirmankan, jika manusia lah yang menyebabkan kerusakan di bumi dan di langit. Dan memang betul, di langit kita merusaknya dengan polusi udara, dan di Bumi sendiri, kita menebang banyak pohon yang menyerap karbondioksida.

Sehingga mau tidak mau, suka atau tidak suka dan setuju atau tidak setuju, alam yang mematikan seperti terjadinya awan cumulonimbus diakibatkan oleh ulah tangan manusia itu sendiri. Kita yang menyebabkan terjadinya awan tersebut.

Coba tengak, berapa gulung atau lembar tisu yang Anda gunakan setiap hari, berapa banyak kertas yang digunakan, dan berapa banyak arang dihasilkan dari pohon yang merupakan penyerap terbaik karbondioksida di alam.

Alangkah bijaknya, jika setiap bencana atau kecelakaan yang terjadi, kita tidak menyalahkan alam, karena kita yang membuat alam ini berubah. Terutama semanjak terjadinya revolusi industri.
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Manusia Salahkan Awan, Siapa Merusak Alam?"