Sabtu, 07 Maret 2015

55 Tahun Menghilang, Pendaki Ditemukan Sudah Menjadu Mumi

Mumi pendaki gunung.
Bagi pendaki, menaklukkan sebuah puncak tertinggi bisa menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Apalagi jika puncak sebuah gunung tersebut tercatat belum pernah ditaklukkan oleh pendaki lainnya, tentunya itu bisa menjadi sebuah semangat.

Namun bukan tanpa risiko, tentunya nyawa menjadi taruhannya. Baik itu gunung bersalju atau hutan lebat, masing-masing mempunyai tantangannya tersendiri. Dan telah banyak korban menghilang di banyak gunung tertinggi di dunia saat ditaklukkan.

Banyak sekali alasannya mengapa pendaki bisa menghilang di sebuah pendakian, mulai dari tersesat hingga cuaca yang ekstrem di puncak. Dan jasad mereka terkadang berhasil ditemukan, tapi tidak sedikit yang menghilang begitu saja.

Namun bagi regu pencari di Meksiko ini boleh diacungi jempol, saat mencari tubuh yang beku, setelah pendaki melihat tengkorak beku tanpa sengaja. Mereka menemukan mayat mumi, di kedua gunung tertinggi di negara tersebut.

Tengkorak ini terlihat hanya berjarak 310 meter dari puncak gunung yang mempunyai ketinggian 5.610 meter di atas permukaan laut, Pico de Orizaba.

Tapi ketika 12 pendaki gunung naik ke puncak gunung, yang berjarak lima jam perjalanan dari Mexico City ini dan juga dikenal sebagai gunung berapi Citlaltepetl, mereka membuat penemuan mengerikan kedua.

Tubuh kedua adalah hanya berjarak 500 meter jauhnya dari penemuan mumi pertama, menurut Juan Navarro, walikota kota Chalchicomula de Sesma, dekat gunung di negara bagian Puebla tengah.

Pejabat lokal menduga, kedua mayat itu adalah dari tiga orang Meksiko yang hilang setelah salju longsor 55 tahun yang lalu di gunung, yang populer bagi pendaki.

Potong pakaian yang ditemukan di kedua tubuh bisa membantu mengidentifikasi mereka. Namun, identitas mereka tidak akan diketahui sampai tubuh mereka dibawa dari gunung.

Upaya penyelamatan sejauh ini terhambat oleh cuaca.

"Itu tidak mungkin untuk melakukan penyelamatan saat ini. Kabut mencegah proses penyelamatan ini," kata Navarro.

Diharapkan dengan bantuan helikopter, kedua mayyat tersebut bisa dievakuasi.

Jenazah kemudian akan dibawa ke kantor kejaksaan negara Puebla, untuk menjalani tes identifikasi DNA.

sumber

Loading...

2 komentar: