'Paru-paru' Dunia Terancam Kekeringan

Amazon alami kekeringan. sumber
BAKUL - Keberadaan hutan hujan di Bumi ini sangat penting, sebagai 'paru-paru' dunia. Di manahutan hujan akan menghasilkan banyak oksigen dan menyerap karbon dioksida yag berlebihan di atmosfer, sehingga suhu Bumi tidak terlalu panas.

Namun salah satu 'paru-paru' dunia dan terbesar, Amazon, terancam kekeringan. Tentunya hal ini sangat mengkhawatrikan, di tengan isu pemanasan global, yang bisa menyebabkan beragam fenomena alam yang tidak menentu.

Kerugian dari pemanasan global sendiri, akan merugikan manusia. Seperti kita ketahui, banyak sekali kecelakaan yang melibatkan maskapai penerbangan, diduga dari cuaca buruk. Dan tentunya kita tidak ingin tertimpa hal buruk, bukan.

Kekeringan yang terjadi di hutan Amazon ini menyebabkan 'paru-paru' Bumi tersebut lebih banyak melepaskan karbon, dari pada menyerap yang ada di atmosfer. Dan tahun lalu, tercatat sekitar delapan miliar ton karbon dilepaskan--atau setara dengan emisi yang dihasilkan China dan Rusia jika digabungkan.

"Hutan hujan tropis telah populer disebut sebagai 'paru-paru' dari planet ini. Di sini kita menunjukkan untuk pertama kalinya selama kekeringan parah, tingkat hutan menghirup 'karbon melalui fotosintesis turun. 2005 Kekeringan di Amazon digambarkan sebagai peristiwa 'sekali dalam abad,' tapi lima tahun kemudian, setiap satu tahun sekali hampir terjadi kekeringan," kata Dr Christopher Doughty.

Studi yang dilakukan di Brasil, Peru dan Bolivia ini, di mana hutan Amazon berada memperlihatkan, jika laju fotosintesis pada saat mengalamai kekeringan tetap konstan. Namun, tingginya kematian pohon, menyebabkan banyak sekali gas karbon yang dilepaskan dari pada yang diserap.

Profesor Yadvinder Malhi menambahkan, bagaimana tambang batubara di sana dapat mempengaruhi perubahan iklim. Awal dari studi ini memberikan kita wawasan awal yang penting ke dalam mekanisme sebenarnya, bagaimana hutan ini sangat kompleks dalam menanggapi iklim yang ekstrem.

Menjaga kelestarian hutan adalah tanggung jawab setiap manusia, dengan cara yang sederhana. Seperti menggunakan tisu secukupnya, karena bagaimana pun pembuatannya membutuhkan pohon hidup. Selain itu, bisa juga dengan menggunakan listrik dan bahan bakar fosil sewajarnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "'Paru-paru' Dunia Terancam Kekeringan"

Posting Komentar