Tragis, Mantan Ratu Kecantikan Meninggal Sebagai Gelandangan

Damarys Ruiz. Foto
BAKUL - Menjadi cantik, terkenal dan dipuji oleh banyak orang, mungkin menjadi dambaan seorang wanita. Banyak cara untuk mewujudkannya, salah satunya adalah dengan mengikuti kontes kecantikan dan menjadi juaranya.

Namun jika sudah terkenal, apakah bisa menjamin hidup layak, nyaman dan enak di usia senja? Tentunya belum tentu, apalagi kecantikan seorang wanita bisa memudar seiring dengan berjalannya waktu.

Bahkan penderitaan di usia senja, bisa terjadi kepada seorang mantan ratu kecantikan. Kali ini menimpa mantan ratu kecantikan dari Venezuela. Bergelar sarjana hukum, ia telah berjuang hidup dalam 15 tahun terakhir menjadi tunawisma.

Wanita bernama Damarys Ruiz, ditemukan meninggal di usia 68 tahun, telah mencicipi bagaimana menjadi bintang pada tahun 1973, ketika usianya baru menginjak 26 tahun, di mana ia mengikuti kontes Miss Venezuela untuk mewakili negara asalnya.

Tubuhnya ditemukan di sebuah taman di ibukota negara Caracas pekan ini, namun tidak satupun dari keluarganya yang mengunjungi rumah sakit, dan mengidentifikasi dirinya.

Meskipun ketenaran dan popularitasnya pernah membuat namanya besar, kini ia hanya menjual kerajinan buatan sendiri dan sampah di Caracas.

Dia tidak pernah mempunyai pacar dan tidak juga tinggal dengan kakaknya, karena menurut teman-temannya, kakaknya sering cemburu dan tidak mengizinkannya untuk pergi dengan siapapun.

Dalam sebuah wawancara langka di tahun 2005, Ruiz pernah mengatakan kepada media setempat: "Dia membuat saya kelaparan. Dia sering mengancam saya dan sering memukul saya. Saya berulang kali menelpon polisi, tetapi mereka tidak pernah melakukan apa-apa."

Tidak tahan dengan penganiayaan tersebut, ia melarikan diri pada tahun 2000, dan memulai hidup di jalanan.

Rosalba Gomes, yang mengenal Ruiz selama dua tahun terakhir, mengatakan: "Saya melihat dia dua atau tiga kali dalam seminggu dan saya berbicara dengannya selama berjam-jam."

Hidupnya berakhir dengan depresi, tanpa menerima dukungan dari keluarganya atau teman-temannya. Dia tidak bisa melihat cara untuk melarikan diri, dari kehidupan yang telah ia jalani selama ini. Sungguh tragis.
loading...

Subscribe to receive free email updates: