NASA: Aliens Tahu di Mana Menemukan Kita

Permukaan bulan Jupiter, Europa. Foto
BAKUL - Mungkin kita masih bertanya-tanya, apakah memang ada mahluk luar angkasa di sana? Walaupun selama ini penelitian terhadap luar angkasa yang luas ini, terus dilakukan, baik oleh lembaga pemerintahan maupun perseorangan.

Namun tanda-tanda keberadaan mahluk asing atau biasa disebut alien, masih menjadi tanda tanya. Tetapi tidak sedikit orang yang berhasil merekam atau menangkap foto, yang diduga Unidentified flying object atau UFO.

UFO sendiri diduga merupakan kendaraan dari alien, yang sering mondar-mandir ke Bumi. Namun NASA, lembaga antariksa milik Amerika mengatakan, jika alien cerdas di luar sana, mereka mungkin sudah tahu bahwa kita ada.

Pernyataan ini dikeluarkan oleh mantan astronot, John Grunsfeld, yang mengatakan bahwa alien mungkin melihat manusia dari jauh, terutama dari perubahan yang kita buat dengan lingkungan di bumi.

"Kami menempatkan tanda tangan di atmosfer yang menjamin seseorang dengan teleskop besar berkekuatan 20 tahun cahaya bisa mendeteksi kita. Jika ada kehidupan di luar sana, kehidupan cerdas, mereka akan tahu kita di sini," kata Grunsfeld pada Konferensi Ilmu Astrobiology di Chicago.

Grunsfeld yang kini menjabat administrator asosiasi untuk NASA Direktorat Misi Sains, dia juga menambahkan: "Apakah kita sendirian? Itu adalah pertanyaan terbesar saat ini."

Pada bulan April, kepala ilmuwan NASA Ellen Stofan membuat pernyataan, jika kita bisa menemukan bukti kehidupan di luar bumi dalam rentang waktu 20 sampai 30 tahun kedepan.

Jim Green, direktur ilmu planet di NASA, mencatat bahwa sebuah penelitian terbaru dari atmosfer Mars menemukan 50 persen dari belahan utara planet merah, pernah memiliki lautan sedalam satu mil atai 1,6 kilometer. 

Penelitian yang sama menemukan bahwa air telah hadir di planet merah hingga 1,2 miliar tahun lamanya.

"Kami berpikir bahwa jangka waktu yang panjang diperlukan untuk menemukan kehidupan yang lebih kompleks," kata Stofan.

Para ilmuwan yang menggunakan teleskop Hubble baru-baru memberikan bukti kuat bahwa, bulan Jupiter, Ganymede memiliki laut air asin, dan permukaannya kemungkinan terjepit di antara dua lapisan es.

Sementara itu, rover Mars dari NASA berikutnya, dijadwalkan akan memulai 'petualangannya' pada tahun 2020, dan akan mencari tanda-tanda kehidupan masa lalu dan membawa sampel ke bumi untuk dianalisis.

NASA juga berharap untuk mendarat astronot di Mars pada tahun 2030-an, yang sangat penting sebagai kunci untuk mencari kehidupan di Mars.

Sementara itu, lembaga James Webb Space Telescope (JWST), akan meluncurkan satelit pada 2018 untuk mencari lingkungan atmosfer terdekat yang mendukung kehidupan di planet asing.
loading...

Subscribe to receive free email updates: