Wanita Ini Tidak Bisa Terkena Sinar Matahari Bak Vampir

Laura Martindale. Foto
BAKUL - Bisa menikmati sinar matahari pagi bisa membuat kita sehat, terutama untuk tulang. Maka tidak heran, jika orang-orang yang tinggal di daerah empat musim, akan berburu untuk mencari dan menikmati sinar matahari sepanjang matahari bersinar.

Namun tentunya, saat menikmati sinar matahari, kita harus tahu aturan agar tidak menyebabkan kanker kulit. Tetapi ada kisah legenda dan mitos yang mengatakan, jika mahluk bernama vampir takut sinar matahari dan akan hancur ketika mengenainya.

Tetapi siapa sangka, ternyata ada juga manusia yang memiliki keadaan seperti mahluk mitos tersebut. Di mana tidak bisa menikmati sinar matahari, dan jika terkena, maka reaksinya akan mengerikan dan menyakitkan.

Bagi Laura Martindale, saat matahari bersinar cerah ia akan tinggal di rumahnya, menghindari cahaya yang bermanfaat tersebut, dan menutup tirai agar sinar matahari tidak mengenai kulitnya.

Ibu enam anak ini menderita prurigo actinic, yang menyebabkan kulitnya terbakar dan ruam bila terkena sinar UVA dan UVB. Dia bahkan dijuluki sebagai 'vampir nyata yang hidup' oleh anak-anaknya. Karena dia akan merasakan sensasi kulitnya mencair jika terkena sinar matahari.

Jika dia meninggalkan rumah dia harus mengenakan atasan lengan panjang dan sarung tangan, serta suncream lebih tinggi dari 50, ia juga harus menelan obat untuk mengontrol reaksi alergi dari sinar matahari ini.

Martindale yang berasal dari St Helens, Merseyside, mengatakan: "Saya mencoba untuk hidup normal, terutama di musim panas. Saya tidak akan pernah bisa pergi ke luar negeri pada liburan keluarga, jadi hanya terbatas pada pantai di Inggris."

Ia bahkan tidak bisa bermain dengan anak-anak di laut, karena harus benar-benar tertutup setiap saat. Setiap kali ia meninggalkan rumah, kulitnya mulai mengalami reaksi dalam waktu setengah, dan ia bagaikan meleleh.

Martindale menderita kondisi yang tidak bisa disembuhkan ini sepanjang hidupnya, tapi dia mengungkapkan secara resmi setelah melakukan diagnosis awal tahun ini.

Sebelumnya, ketika ia mengunjungi dokter, luka bakar dan ruamnya didiagnosis sebagai kondisi kulit yang terkait lainnya, seperti kudis.

Namun ia kini didiagnosis memiliki prurigo actinic Februari ini, di Royal Hospital Salford, di mana ia menjalani empat hari tes.

Sejak diagnosis, dia menghindari keluar rumah antara pukul 11:00 dan 03:00 dan bahkan hati-hati memilih pakaian di lemarinya, tidak pernah mengenakan warna putih, karena akan memantulkan cahaya ke kulitnya.

Prurigo actinic adalah tipe kulit sensitif yang disebabkan oleh sinar matahari, yang mempengaruhi hanya satu dari setiap 1.000 orang. Gejala begitu parah, sehingga kulitnya menjadi tak bisa untuk menyentuh.

Kulit akan terasa gatal, mata seakan terbakar, bahkan saat menyisir rambut, kulit kepala akan merasakan hal yang sama.

Sampai saat ini, penyebab kondisi ini tidak sepenuhnya dipahami, tetapi diperkirakan bahwa paparan ultraviolet hasil radiasi dalam perubahan protein, menyebabkan perubahan inflamasi pada kulit.

loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wanita Ini Tidak Bisa Terkena Sinar Matahari Bak Vampir"

Posting Komentar