Unik, Sawah-sawah Ini Jadi Media Melukis

Lukisan sawah. Foto
Sejak tahun 1993, petani dari salah satu desa di Jepang, Inakadate, di Prefektur Aomori, telah menciptakan desain yang rumit di sawah, dengan mencampurkan berbagai jenis beras untuk membuat karya seni dengan skala yang sangat besar.

Setiap tahun, padi-padi ini memiliki warna yang berbeda. Dan para petani menciptakan karya seni rumit ini, mulai dari musim tanam sampai masa panen. Selama bertahun-tahun mereka telah membuat karya seni klasik seperti Mona Lisa, gambar dari tokoh-tokoh sejarah seperti Napoleon, dan Marilyn Monroe, serta ikon tradisional Jepang dan angka.

Untuk melihat karya-karya seni ini, kita harus berada di tempat tinggi, yang biasanya para petani ini sudah mendirikannya. Ratusan ribu pengunjung biasanya akan datang dari seluruh penjuru Jepang, dan membuat kemacetan lalu lintas yang sangat panjang.

Sawah sebagai media lukisan.
Tapi dua puluh tahun yang lalu, desa itu hampir mati dengan populasi yang kian menyusut, utang menghancurkan dan menurun pendapatan dari pertanian. Desa ini mengalami ketenarannya pada tahun 1981, walaupun penemuan dari sisa-sisa arkeologi menyebutkan jika sawah di sini telah ada sejak 2.000 tahun lalu, yang membuat esa Inakadate menjadi salah satu lumbung padi tertua di Jepang utara.

Kini desa ini mencoba untuk memanfaatkan penemuan masa lalu, dengan membangun sebuah taman hiburan bertema Neolitik. Tidak hanya taman dengan tema kolosal, desa ini juga berusaha terbebas dari hutang sebesar US$106 juta, tiga kali lebih besar total anggaran tahunan.

Seni menanam padi di sisi lain, hanya membutuhkan biaya US$ 35.000 per tahun untuk membuat dan memeliharanya, sedangkan dari wisatawan bisa menghasilkan US$70.000. Pendapatan yang dihasilkan sepenuhnya dari sumbangan, dan desa tidak mengenakan biaya bagi pengunjung untuk melihat seni tanam padi ini.

Untuk membuat karya-karya seni manakjubkan ini, petani merancangnya di komputer untuk mencari tahu, di mana dan bagaimana menanam padi. Kemudian ratusan relawan menanam padi yang telah direkayasa secara genetik untuk menghasilkan berbagai warna, merah gelap, kuning dan putih, yang dicampur dengan berbagai tumbuhan berdaun hijau untuk menghasilkan desain yang rumit.

Desainnya dari waktu ke waktu semakin meningkatkan kerumitannya, karena mereka belajar dari kesalahan sebelumnya dan memperbaiki keterampilan mereka. Sekarang desa lainnya sudah mulai menciptakan seni padi mereka sendiri, tetapi tidak serumit yang ada di desa Inakadate ini.
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Unik, Sawah-sawah Ini Jadi Media Melukis"

Posting Komentar