Ini Dia Penyebab Ayam Cemani Berwarna Hitam

Daging ayam cemani yang serba hitam.
BAKUL - Ayam cemani mungkin tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, karena warna hitamnya yang mencolok. Ayam ini biasanya dijuluki 'unggas Lamborghini', karena harganya yang selangit bak barang mewah.

Harga yang fantasts tersebut, membuat ayam ini tidak dijadikan sebagai ternak konsumsi. Dinamakan Ayam Cemani karena ayam ini berwarna hitam dari mulai cakar, otot, tulang dan organ internal lainnya.

Ayam yang satu ini jarang sekali diternakkan di luar Indonesia, terlebih karena masalah flu burung. Namun salah satu peternak berhasil melihat kesempatan langka ini, dan sekarang berhasil meraup keuntungan dari ayam cemani.

Dalam laporan yang kami kutip dari Mail Online, Nautilus menjelaskan bagaimana salah satu peternak Cemani paling terkemuka, Greenfire Farms, menjual ayam-ayam ini untuk keuntungan besar.

Satu ayam dapat dijual oleh perusahaan yang berbasis di Florida dengan harga sekitar $200 atau Rp2,6 juta. Di pasar gelap, ayam-ayam ini dapat dijual hingga ribuan dolar.

Ayam cemani. Foto
Ayam-ayam ini biasanya didambakan oleh para kolektor karena Ayam Cemani sangat langka dan eksotis. Ada juga tradisi di mana ayam cemani dijadikan persyaratan berbagai ritual. Ayam ini diyakini menjadi jembatan yang ideal antara manusia dan dunia supranatural.

Namun tahukan Anda, apa penyebab warna ayam ini menjadi hitam? Penyebab adalah kondisi genetik yang dikenal sebagai fibromelanosis, yang disebabkan oleh mutasi yang mempengaruhi bagaimana sel-sel penghasil pigmen.

Pada ayam biasa, sel-sel yang akan dibentuk akan memproduksi melanin melanosit yang bergerak melalui embrio dalam pola tertentu. Dalam Ayam Cemani, sel-sel menyerang jaringan yang akan berubah menjadi serat, seperti otot dan organ dalam tubuh, sehingga menyebabkan warna gelap.

Beberapa tahun yang lalu, Leif Andersson, ahli genetika Swedia di Uppsala menemukan sebuah gen yang disebut endothelian-3 (EDN3), yang mereka temukan terlibat dalam perubahan sel melanosit yang menghasilkan pigmen.

Mereka menemukan jumlahnya sekitar 10 kali lebih banyak EDN3 dalam kulit ayam cemani dewasa dari pada jenis ayam lainnya.
loading...

Subscribe to receive free email updates: