Rabu, 26 Agustus 2015

Terus Dikomplen, Pelayan Siram Air Panas ke Gadis Cantik

Lin saat belum dan sesudah disiram airp panas. Foto
Bekerja membutuhkan kesabaran, apapun pekerjaan yang kita lakukan. Apalagi jika pekerjaan yang kita lakukan selalu berhubungan dengan orang lain, dan sering mendapatan komplen atau teguran dari pelanggan.

Salah satunya adalah sebagai pelayan, terutama di restoran. Pelayan yang bekerja harus siap menghadapi setiap keluhan pelanggannya, terutama yang berhubungan dengan layanannya.

Tetapi sebagai pelanggan, kita juga harus tahu batas kesabaran seseorang terutama pelayan jika tidak ingin mendapatkan nasib nahas. Seperti wanita cantik ini terima, saat terus menerus mengeluh akan layanan yang dilakukan restoran ini, ia disiram air panas.

Kejadian ini berlangsung pada tanggal 24 Agustus, dimana seorang pelayan laki-laki menuangkan air mendidih kepada pelanggan perempuan di sebuah restoran hot pot. Korban, bernama Lin, rupanya mengeluhkan pelayan beberapa saat sebelumnya.

Lin menerima luka bakar hampir seluruh bagian tubuhnya setelah kejadian yang berlangsung di restoran di Wenzhou, China timur.

Lin saat itu sedang makan di cabang restoran 'Hot Pot' bersama dengan anggota keluarga. Dia berargumen dengan pelayan laki-laki, karena menambahkan air panas ke panci. Pelayan yang baru berusia 17 tahun, rupanya hilang kesabaran.

Dia pergi ke dapur dan mengambil air mendidih dalam panci, kemudian menuangkannya ke seluruh wajah dan tubuh Lin.

Lin pun langsung dilarikan ke rumah sakit, dan pelayan diamankan oleh pihak kepolisian setempat. Dokter di rumah sakit telah menerapkan kain kasa untuk kulitnya dan diperban untuk mencegah infeksi.

Kondisinya saat ini stabil. Insiden ini sekarang sedang diselidiki.
Loading...

24 komentar:

  1. mampus tu cewek,biar teu rasa dia,jd klu punya mulut tu dijaga jangan asal za,,baik2kan bisa,,,,,klu bagus kita ngomong pasti gak akan terjadi

    BalasHapus
  2. terkadang kita harus memikirkan diri sendiri, mungkin saat berdebat kita dalam posisi yang benar akan tetapi kita harus memikirkan dampaknya terhadap orang yang kalah, klo bukan suang uang dalam jumlah besar ngga usah repot2 berdebat. daripada apes

    BalasHapus
  3. Lidah memang tak bertulang

    BalasHapus
  4. kalo jadi pelayan tuh mst sabar2..kalo ga sabar ya pelanggannya ga usah di layanin aja..ntr juga pergi sndiri..hahahaha..

    BalasHapus
  5. Jadi pelayan tu harus sabar..kalo ga sabar sm pelanggannya mending ga usah di layanin pelanggannya..biar manager nya aja yg layanin pelayan kayak gitu..hahaha..

    BalasHapus
  6. Yang d layani....gk ngerti batasnya
    Yang melayani....gk ngerti kodratnya
    Sama sama sengsara

    BalasHapus
  7. Komplain kan wajar. Siapa tau si perempuan ini udah ngomong baik baik, malah si pelayannya yang nyolot? Bisa aja dari awal si pelayannya yang salah dari awal.

    Kan kita gak di tempat kejadian. Mana tau??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Somplak dimana mana yg salah tuh perempuan...hahaha

      Hapus
  8. Kita tidak kejadiannya seperti apa. Yang pasti sepanjang kita bisa menjaga batas kewajaran dan tetap menjaga martabat sesama, hal seperti pasti dapat dihindari. Dalam titik tertentu tamu adalah raja. Raja yang dalam hal mengharapkan pelayanan prima dan senantiasa menjaga etika pasti akan senantiasa dikagumi dan disukai. Namun sebaliknya raja yang menempatkan seorang pelayan sebagai budak pasti dibenci.

    BalasHapus
  9. Loro2ne podoaee... kalo bukan krn akibat pasti ga akan ada penyiraman aer es ke mukanya ... wihhh dinginnn donk kyk di kutub utara...maknyuzz... . Pelajaran berharga tuk org bnyk ngomong tp ga pny etika..

    BalasHapus
  10. Perlu kesabaran seorang pelayan restoran... krn bagaimanapun juga pembeli hrs dilayani dng se-baik2nya walaupun ia rewel... Musibah itu akan membawa efek yg jelek bagi pengusaha restoran..

    BalasHapus
  11. yang jelas dua2nya sekarang sedang menyesali nasib....si pelanggan sedih karena jadi cacat,si pelayan tentu kehilangan pekerjaan & di hukum

    BalasHapus
  12. For the waiter; consument is the king. You must be ready to do everything which they order. For the customer; waiter is also a human. Please understand they also have their feeling. For the waiter; if I were your boss, I would fire you ASAP. For the customer plus victim; get well soon.

    BalasHapus
  13. Jd inget wku krj di kapal pesiar besar bermuatan 3000 org supervisor gw aja gtu ada satu customer kbnykan komplen mengenai steak akhir nya di bawa kebelakang di kerjain menurut kemauan customer trus di injekk2 dulu pake sepatu sebelum disajiin haha edann gw pikir gtu yah...

    BalasHapus