Jumat, 18 September 2015

Tips Memasak Nasi Sehat Agar Tidak Bikin Gemuk

Nasi sehat. Foto
Nasi merupakan makanan pokok yang hampir ditemui di seluruh dunia. Nasi juga menjadi makanan bagi setengah populasi dunia. Semua orang bisa mengatakan, jika membuat nasi sangat mudah dibandingkan dengan biji-bijian lainnya.

Ditambah, manfaat kesehatan dari nasi sangat banyak. Nasi menyediakan energi yang cepat, mengatur dan meningkatkan gerakan usus, menstabilkan kadar gula darah, dan memperlambat proses penuaan.

Nasi juga menyediakan sumber penting vitamin B1 bagi tubuh manusia. Namun, mirip dengan biji-bijian lainnya, nasi juga memiliki kelemahan utama, yang mengarah ke penambahan berat badan dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Hanya secangkir nasi, bisa memberikan sekitar 200 kalori, sebagian besar pati murni tanpa banyak nutrisi lainnya. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa nilai kalori pada nasi dapat dipotong dengan satu trik sederhana, yang bahkan dapat menambahkan nutrisi lainnya.

Dr. Sudhair James, yang melakukan penelitian tentang nilai gizi pada nasi menjelaskan: "Kami memasak nasi seperti biasa, satu-satunya perbedaan adalah bahwa sebelum kita menempatkan beras dalam air mendidih, kami menambahkan sedikit minyak kelapa, sekitar 3 persen dari jumlah beras. Setelah dimasak, kami meninggalkannya di lemari es selama sekitar 12 jam."

Lantas apa yang sebenarnya terjadi?

Memasak nasi dalam air mendidih membuat tepung tapioka sangat mudah dicerna, yang memungkinkan tubuh kita dengan mudah mengubahnya menjadi gula kemudian glikogen, dan akhirnya menyimpannya sebagai lemak. Di sisi lain, menggoreng nasi tidak mengubah pati dan meninggalkannya sulit untuk dicerna.

Menurut Dr. Pusparajah Thavarajah, yang rekan penulis studi, penambahan lipid--dalam hal ini minyak kelapa atau kasus beberapa lemak memasak lainnya--secara drastis mengurangi proporsi pati yang mudah dicerna.

Bahkan, minyak akan bereaksi dengan pati sehingga mengubah strukturnya. Pendinginan beras membantu memperkuat pati dalam bentuk yang 'sulit' dicerna, sehingga kalori dalam beras tetap rendah setelah dipanaskan.

Mungkin Anda bisa memulai untuk menerapkannya, sehingga tidak takut jika beras akan membat Anda gemuk.

Loading...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar