Rabu, 10 Februari 2016

Ayah Lebih Tua Bawa 'Bom Waktu' Pada Anak

Indung telur dibuahi. Foto
Menikah di saat muda, mungkin bukan lagi menjadi pilihan untuk dilakukan oleh orang-orang di zaman modern ini. Alasannya hampir sama, mengejar masa depan, karir, dan juga kemapanan ekonomi.

Akhirnya, mereka akan menikah di usia yang 'cukup matang.' Bahkan tidak sedikit khususnya pria yang menikah di usia yang cukup rentan untuk menjadi orangtua. Namun ternyata ada bahayanya, memutuskan menikah di lanjut usia.

Apalagi jika Anda seorang pria dan ingin menjadi seorang ayah. Ternyata usai bisa menjadi sebuah 'bom waktu' genetik yang bisa membahayakan anak-anak dengan penyakit serius. Apa penyebabnya?

Anak Dimakan Buaya, Ayah Hanya Pasrah Melihatnya

Bukti baru menunjukkan bahwa, di usia pria yang cukup matang di atas 40 tahun, sperma bisa cacat dan berisi gen yang bermutasi yang dapat meniru kanker dengan mereproduksi pada tingkat yang luar biasa cepat.

Para peneliti memfokuskan pada suatu kondisi yang disebut sindrom Apert, yang merugikan bisa merugikan tengkorak dan anggota tubuh anak-anak yang nanti dilahirkan meskipun orang tuanya tidak terpengaruh oleh penyakit.

Kejadian akibat kasus ini, akan meningkat sebanyak 1.000 kali lebih tinggi dari pada yang dihasilkan oleh kelangkaan mutasi.

Untuk mengetahui mengapa penyakit ini lebih umum dari yang diharapkan, Profesor Anne Goriely membandingkan sperma ayah dari anak-anak dengan dan tanpa sindrom Apert, dan menemukan bahwa kedua kelompok memiliki ini sperma langka dengan mutasi yang membahayakan.

10 Peringatan Berbahaya Anda Memiliki Kanker

Anak-anak yang nantinya dilahirkan rentan terkena tumor dan kanker.

"Saya menemukan bahwa pria yang lebih tua cenderung menghasilkan lebih banyak mutasi Apert ini," ucap Anne yang kami kutip dari Mail Online.

Selain tumor dan kanker, bentuk mematikan dwarfisme--tubuh kecil dan pendek--adalah salah satu contoh dari kelainan yang parah, yang disebabkan oleh mutasi spontan dalam sperma pria 'normal'.

Dia menambahkan bahwa, semua orang akan mengembangkan pertumbuhan sel ini mutan dalam testis seiring bertambahnya usia. Sehingga sangat penting kita memahami potensi risiko, yang akan menjadi tren jika calon orang tua menunda-nunda momongan.

Usia ayah yang lebih tua juga dikaitkan dengan beberapa kanker, autisme dan skizofrenia, menurut penelitian sebelumnya. Penelitian di masa depan akan berusaha untuk mengidentifikasi mutasi 'egois' lainnya yang berhubungan dengan penyakit.

Rendam Tangan di Cuka Apel, Wanita Ini Buktikan Keajaibannya

Jadi jangan menunda-nunda menikah dan segera mendapatkan momongan.

Studi ini dipublikasikan dalam Proceedings jurnal National Academy of Sciences.


Loading...

1 komentar: