Mantan Guru Sakit, Wanita Cantik Rela Donasikan Hati

Wanita donasikan hati. Foto
Guru adalah panutan yang bagi anak didiknya, maka setiap kepribadiannya harus mencerminkan hal-hal yang positif. Tapi kadang, kita sebagai muridnya yang telah meninggalkan bangku sekolah lupa akan guru-guru kita.

Kita juga tidak pernah tahu, bagaimana nasib para guru yang telah memberikan ilmunya kepada kita. Apakah mereka hidup dalam kemapanan, atau justru mereka membutuhkan bantuan kita yang sudah mapan.

Jarang sekali mantan anak didik mengingat dan peduli terhadap guru. Tapi Anda harus mengacungi jempol terhadap wanita ini, yang masih peduli dan mendonasikan sebagian organ hatinya kepada mantan guru.

Dikutip dari stomp.com.sg, dari Kota Kinabalu, Malaysia, wanita bernama Marie Christine Robert terbang ke Taiwan meskipun orang tuanya keberatan, setelah mendengar ia akan menyumbangkan sebagian dari hatinya untuk guru Matematika yang sudah berumur 57 tahun, Cheong Siew Hua.

Marie mendengar jika Cheong berulang kali muntah, setelah reuni Tahun Baru Cina. Dan ia dilarikan ke Rumah Sakit Queen Elizabeth, dan dokter mendiagnosisnya dengan hati yang terinfeksi virus.

Cheong dan istrinya panik, lantas pergi ke Rumah Sakit Umum Hualien di Taiwan. Dan mereka diberitahu bahwa Cheong harus memiliki transplantasi hati, atau ia akan meninggal dalam tiga bulan.

Dua kriteria donor bergolongan darah O dari anggota keluarga diperiksa, dan ternyata tidak ada kecocokan.

Pik Yin, istrinya kemudian mengirimkan pesan untuk meminta bantuan di grup WhatsApp keluarganya. Dan di antara mereka yang melihat pesan itu adalah sepupu jauh dari Pik Yin, ibu Marie.

"Ketika saya membaca pesan, seperti ada suara mengatakan tidak usah berpikir dua kali untuk membantunya," kata Marie.

Ayahnya, bibi dan paman mencoba berbicara padanya saat itu. Suami memintanya untuk mempertimbangkan kembali, tapi ia memutuskan untuk meneruskan keputusannya.

Marie juga mulai memiliki keraguan sendiri. Dia berkata, "Saya akan berbohong jika saya mengatakan saya tidak memiliki pikiran kedua. Saya berpikir tentang anak saya, suami saya dan orang tua saya."

Pada tanggal 27 April di Taiwan, Cheong dan Marie menjalani operasi selama 12 jam. Cheong kemudian menghabiskan empat bulan memulihkan diri di Taiwan, dan kembali ke Sabah pada 10 Juli.

Namun, pada tanggal 16 Juli, ia harus kembali ke Taiwan untuk perawatan tindak lanjut, tinggal di sana sampai 6 November

Dan kini Cheong sudah mulai sehat, ia mengatakan, "Saya merasa lebih bahagia. Semua ini karena kemurahan hati Marie. Dia seorang malaikat yang dikirim untuk membantu saya."

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mantan Guru Sakit, Wanita Cantik Rela Donasikan Hati"

Poskan Komentar