Melihat Masjid Saddam Hussein Terakhir yang Belum Selesai

Masjid Umm Al-ma'rik. Foto
Pada akhir tahun 1990-an, di tengah-tengah kemiskinan yang semakin meningkat dan empat juta penduduk di ambang kelaparan, mantan pemimpin Irak Saddam Hussein memutuskan untuk menghabiskan ratusan juta dolar pada tiga proyek megah

Dipercaya saat itu ia lakukan dalam upaya untuk meningkatkan kepercayaan terhadap Islam, sekaligus melestarikan kekuasaannya. Namun sayang, proyek megah tersebut hanya satu yang berhasil diselesaikan.

Adalah masjid Umm al-Ma'arik, yang dirancang untuk memperingati Perang Teluk Pertama yang berlangsung pada tahun 1991-1992. Masjid biru putih ini, selesai pada April 2001, tepat pada waktunya untuk peringatan sepuluh tahun dari Perang Teluk.

Masjid ini memiliki empat menara yang menjulang tinggi, dengan tinggi sekitar 43 meter yang menandakan 43 hari konflik dengan Amerika Serikat yang terjadi selama Operasi Badai Gurun.

Ada yang unik yang dapat Anda ditemukan di dalam masjid. Di balik kaca di salah satu lantai, terdapat 605 halaman Alquran yang ditulis oleh tangannya sendiri, bahkan ada yang menyebutkan menggunakan darahnya.

Kustodian dari halaman ini mengatakan bahwa, Saddam telah menyumbangkan 24 liter darah selama periode tiga tahun yang dicampur dengan tinta dan bahan pengawet, sebelum dituliskan dalam bentuk kaligrafi.

Menyusul jatuhnya Saddam Hussein, setelah invasi Irak tahun 2003, masjid ini diambil alih oleh Muslim Sunni dan berganti nama Umm al-Qura ( "Mother of All Cities").

Dua masjid lainnya yang tidak dapat diselesaikan tepat waktu salah satunya "Masjid Saddam besar", seharusnya menjadi yang terbesar ketiga di dunia setelah Mekkah dan Madinah. Ini akan menjadi replika masjid Umm al-Ma'arik, tapi lima kali lebih besar.

Kubahnya akan memiliki tinggi 60 meter dan keliling 300 meter. Di sekitar masjid akan ada delapan menara, yang masing-masing memiliki tinggi 200 meter. Pembangunan masjid ini tidak berlanjut ketika Perang Teluk pecah. Pada saat itu, hanya beberapa kolom yang telah didirikan. Masjid yang belum selesai ini, sekarang akan didesain ulang menjadi gedung parlemen.

Yang ketiga dan yang terakhir adalah masjid Al-Rahman, yang berarti masjid "Maha Penyayang." Terletak dekat pacuan kuda tua, masjid besar ini memiliki kubah pusat yang belum selesai dan masih terbuka ke langit.

Di kelilingi oleh delapan kubah yang lebih kecil, sebanyak delapan kubah yang terintegrasi dalam dinding mereka. Pembangunan masjid telah diambil oleh negara, namun tidak pernah selesai sejak tahun 2003 hingga sekarang.


loading...

Subscribe to receive free email updates: