Gara-gara Penemuannya, Anak Ini Dihadiahi Uang Rp9,8 Miliar

Harshwardhan Zala.  Foto
Jangan pernah meremahkan ide-ide yang keluar dari anak-anak, bahkan jika mereka belum menyelesaikan pendidikan dasar sekali pun. Karena biasanya, ide dari mereka sangat unik, meskipun harus dikembangkan lebih jauh.

Mereka juga biasanya mengeluarkan ide yang berasal dari keresahan yang terjadi di masyarakat. Buktinya, tidak sedikit ide-ide yang berasal anak-anak yang berhasil diwujudkan, meskipun untuk tugas-tugas yang sederhana.

Tapi bagi anak remaja 14 tahun ini, mungkin tidak pernah menduga jika idenya justru menjadikannya seorang miliarder. Bahkan idenya tersebut membuatnya dihadiahi uang sebesar Rp9,8 miliar. Lantas apa ide bocah ini?

Anak yang bernama Harshwardhan Zala, berasal dari Gujarat, India dan ia telah menandatangani perjanjian senilai 50 juta rupee atau Rp9,8 miliar dengan pemerintah untuk alat yang dapat membantu mendeteksi dan menjinakkan bom, yang tersembunyi di dalam tanah atau ranjau darat.

Alat yang dibantu drone ini, dikatakan lebih baik dari apa pun yang tentara saat ini gunakan. Ia mulai mengembangkan pada prototipe ini tahun lalu, setelah ia membaca tentang tingginya jumlah korban yang disebabkan oleh bahan peledak.

Pemerintah India pun langsung membiayai penelitiannya, dan berharap drone ini bisa diproduksi secara komersial.

Ayah Harshwardhan--seorang akuntan--mengatakan jika ia selalu terpesona oleh ilmu pengetahuan dan inovasi, bahkan ia telah mendirikan perusahaan sendiri bernama Aerobatics 7, di mana ia bermaksud untuk menciptakan gadget lebih baik di masa depan.

Drone ini bekerja pertama kali dengan mendeteksi ranjau darat, dan melalui sensor inframerah, kemudian mengirimkan detonator untuk melengkapi tugas menjinakkan bom.

"Sebuah MoU telah ditandatangani dan dalam beberapa hari mendatang pemerintah Gujarat akan bekerja dengan dia untuk proyek ini," ucap Dr Narottam Sahu, kepala Dewan Gujarat Sains dan Teknologi (GUJCOST) dikutip dari Mirror.co.uk.

loading...

Subscribe to receive free email updates: