Sisi Kelam Generasi yang Tinggal di Chernobyl

Kehidupan di Chernobyl. Foto
Bencana Chernobyl menjadi salah satu bencana nuklir paling memilukan di dunia. Pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut meledak, dan membuat ribuan warganya meninggal serta lainnya dievakuasi.

Bahkan, setelah 30 tahun berlalu Chernobyl masih sangat berbahaya untuk dikunjungi. Radioaktif masih terdeteksi di banyak tempat, bahkan di dalam tanah mulai mencemari air yang digunakan banyak penduduk.

Setelah bencana Chernobyl, kota-kota terdekat pun dievakuasi dan daerah sekitarnya menjadi 'kota hantu.' Tapi, setelah bencana tersebut terjadi, ada pemukiman baru yang bermunculan dalah satunya kota Slavutych.

Kehidupan malam anak muda di Chernobyl.
Kota ini berkembang karena ada kesempatan untuk bekerja di Chernobyl, di mana setelah tembok untuk menghentikan penyebaran radioaktif atau New Safe Confinement (NSC) selesai dibangun.

Di mana kota ini terbentuk setelah sekitar 6.000 orang menghabiskan enam tahun terakhir membangun NSC, yang merupakan lengkungan besar setinggi 120 meter di atas reaktor Chernobyl nomor 4.

Meskipun masa depan lingkungan dapat diselamatkan, tetapi penduduk yang mulai berkembang tersebut memiliki nasib yang tidak jelas.

Fotografer Swiss Niels Ackermann rupanya tertarik untuk melihat kehidupan di sana, dan ia menghabiskan empat tahun bersama generasi muda kota Slavutych.

Cukup mengejutkan melihat bagaimana mereka tumbuh, karena mereka sering berpesta, menggunakan obat kadaluarsa untuk buruh, dan menjadi pembersih salah satu bencana modern terbesar di dunia.

Ketika ia tiba di sana, sulit untuk membayangkan generasi ini bertugas menyelamatkan lingkungan hidup. Dia mengikuti salah satu gadis bernama Yulia, yang menikmati gaya hidup dengan kerap berpesta dengan teman-temannya.

Ia juga mengabadikan bagaimana mereka kerap mengonsumsi alkohol dan obat-obatan. Di pagi hari, mereka biasanya sering terlihat pingsan, dan dalam banyak kasus dikelilingi oleh lautan kaleng minuman kosong.

Kaleng minuman berserakan di mana-mana.
"Pada awalnya ada banyak minuman, banyak pihak yang melibatkan alkohol dan kadang-kadang obat-obatan. Tapi kemudian saya melihat mereka tumbuh, dan mulai memiliki pasangan," ucap Ackermann dikutip dari Mail Online.

Slavutych sendiri awalnya dibangun untuk para pekerja di Chernobyl setelah bencana terjadi, yang ternyata berlanjut sampai tahun 2000, meskipun bencana nuklir terjadi 14 tahun sebelumnya.

Sekarang pembangunan NCS selesai, dan sekitar 3.500 orang yang tersisa akan keluar dari pekerjaannya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sisi Kelam Generasi yang Tinggal di Chernobyl"

Poskan Komentar