Usir Pria Tua saat Makan, Wanita Ini Jadi Viral

Wanita usir pria tua di meja. Foto: stomp.com.sg
Makan di restoran memang cukup membuat pelanggannya ekslusif, terlebih mereka makan dan mambayar sesuai dengan pelayanannya. Namun kadang ada saat di mana sebuah restoran penuh dengan pengunjung, dan tidak ada tempat untuk berbagi meja.

Bagi sebagian orang mungkin tidak keberatan untuk berbagi meja, dengan orang lain agar mereka juga bisa makan bersama-sama. Tetapi ada juga mereka yang enggan untuk melakukannya, dan lebih baik tetap makan di tempat yang sudah mereka pesan.

Seperti pasangan yang satu ini, di mana seorang wanita dengan teganya mengusir seorang pria paruh baya yang sedang makan. Lantas seperti apa kejadiannya sehingga ia tega melakukan ini, dan bagaimana reaksi netizen?

Sebagian orang mungkin tidak keberatan berbagi meja dengan orang asing bila kekurangan di coffeeshops, karena ini adalah bagian dari budaya Kopitiam Singapura yang unik.

Tapi bagi pasangan ini, bagaimanapun, seorang pria tua yang mencoba untuk duduk di tempat yang telah mereka pesan justru 'meledakkan' emosinya.

Menurut sebuah video yang diposkan oleh Thelocalsociety di Facebook, kejadian tersebut terjadi di sebuah pusat jajanan di Toa Payoh Lorong 8, meski tanggal dan waktu kejadiannya tidak jelas.

Klip ini dimulai dengan wanita yang sedang berbicara di telepon genggamnya, sebelum mengakhiri panggilan dan terlibat dalam pertengkaran dengan orang tua itu.

Tiba-tiba, teman laki-lakinya bergegas menuju paman tua, dan memberikan dorongan keras dan terlibat dalam pertengkaran. Pria tua itu didorong maju dengan kerasnya, namun berhasil memegang meja untuk menopang dirinya sendiri.

Seorang pengunjung mencoba untuk melerai perselisihan tersebut, dan akhirnya video tersebut berakhir dengan pria tua itu meninggalkan makanannya di meja.

Video ini telah dilihat lebih dari 705.000 kali di Facebook dan mengumpulkan lebih dari 17.000 suka, dan memicu kemarahan, di mana banyak netizens membela pria tua itu.

Seorang pengguna berkomentar, "Hormati orang tua ... jika orangtuamu ingin diperlakukan seperti itu ... bagaimana perasaanmu ... di mana empati ..."
loading...

Subscribe to receive free email updates: