Tragis, Presenter TV Tewas oleh Pohon Palem yang Tumbang

Presenter televisi tewas tertimpa pohon.
Kematian memang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, bahkan di lokasi yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Dan jalan adalah salah satu tempat, di mana banyak sekali orang yang meninggal dunia setiap hari.

Bukan hanya kecelakaan saja orang meregang nyawa di jalan, tetapi bisa dari faktor lain salah satunya pohon tumbang. Salah satunya presenter televisi ini, yang tertimpa oleh pohon palem saat berjalan di dekatnya.

Tetapi ternyata ini bukan hanya kebetulan semata, ada kisah yang mengejutkan di balik itu semua, di mana presenter ini telah mengajukan petisi untuk menebangnya. Bagaimana cerita selengkapnya? Simak ulasannya di bawah ini.

Dikutip dari mirror.co.uk, seorang presenter televisi tewas mengenaskan usai tertimpa pohon palem yang runtuh, hanya beberapa bulan setelah ia menandatangani sebuah petisi agar pohon ini bisa ditebang.

Wanita bernama Kanchan Nath, 58 tahun, saat itu sedang berjalan melewati deretan toko saat dia kembali dari kelas yoga di Mumbai, India, saat bencana menimpanya.

Pohon palem setinggi hampir 10 meter ini langsung runtuh dan menimpa Kanchan, yang tidak menaruh curiga saat hendak pulang ke rumahnya.

Penyiar TV yang bekerja untuk saluran Doordarshan yang dikelola pemerintah India ini, langsung ambruk usai pohon palem menimpanya. Dia menderita luka parah dan patah tulang, akibat kejadian ini.

Orang-orang yang berada di sekitarnya bergegas untuk membantu Nath, dengan mengangkat pohon darinya, sebelum dia dilarikan ke rumah sakit.

Sementara itu, suami Kanchan, Rajat Nath menyalahkan Brihanmumbai Municipal Corporation (BMC), badan sipil yang mengatur Mumbai, atas kecelakaan itu.

Dia mengatakan kepada pejabat BMC bahwa pohon itu bisa runtuh kapan saja. Namun mereka menolak permintaan masyarakat untuk memotongnya.

Rajat mengatakan: "Kejadian ini terjadi karena BMC tidak membiarkan masyarakat memotong pohonnya, meski diberi tahu bahwa itu bisa jatuh kapan saja."

Warga--termasuk pasangan ini--telah menandatangani petisi agar pohon tersebut ditebang beberapa bulan yang lalu.

Kejadian mengenaskan ini juga terekam oleh kamera pengintai berikut ini:

loading...

Subscribe to receive free email updates: