Senin, 24 Juli 2017

Fakta Di Balik Patung Budhha Emas yang Menyimpan Jasad Manusia

Patung Budhha. Foto: dailymail.co.uk.
Sepintas terlihat ini seperti patung-patung pada umumnya, namun terbuat dari emas. Dan patung ini tentu menjadi incaran banyak kolektor, bahkan mereka tidak segan-segan mengeluarkan uang banyak untuk bisa memilikinya.

Tapi bagi sekelompok penduduk desa di China, telah rela melakukan perjalanan ke Belanda untuk meminta seorang kolektor asal Belanda, untuk mengembalikan sebuah patung Buddha dalam posisi bersila dan berlapis emas ini.

Mereka percaya, jika itu bukanlah patung emas semata. Tetapi di dalamnya ada sisa-sisa seorang bhikkhu yang berusia 1.000 tahun. Lantas benarkah demikian? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Penduduk desa mengklaim bahwa, patung itu adalah Zhanggong Zushi, seorang Guru Buddha yang dihormati, di mana patung ini dicuri dari kuil lokal mereka di Cina tenggara pada tahun 1995.

Dikutip dari sailymail.co.uk, seorang kolektor asal Belanda, bernama Oscar van Overeem, mengatakan bahwa dia bersedia mengembalikan patung dan jenazahnya, namun dia gagal mencapai kesepakatan dengan orang-orang China mengenai persyaratan pengembalian.

Pengadilan gugatan tersebut dimulai pada 14 Juli lalu di Amsterdam. Penduduk desa China mengatakan bahwa, patung dan sisa-sisa Zhanggong Zushi adalah kebanggaan desa Yangchun sampai dicuri 22 tahun yang lalu.

Hasil CT scan patung Budhha.
Namun, van Overeem mengatakan kepada pengadilan bahwa dia bersedia mengembalikan peninggalan tersebut, namun pihak China tidak menyetujui permintaannya untuk mendapatkan 'kompensasi yang layak'.

Dia juga mengatakan bahwa, mungkin ada kesalahan dalam mengidentifikasi patung tersebut, dan patung tersebut mungkin bukan yang dicuri dari Yangchun.

Kolektor seni itu menambahkan bahwa, dia telah menukarkan patung tersebut dan sisa-sisa mumi untuk sejumlah patung lainnya, dengan seorang pengusaha tak dikenal.

Liu Yang, yang berhasil memimpin sebuah tim hukum China dalam memulihkan peninggalan yang dijarah dari Istana Musim Panas Lama di Beijing, mewakili penduduk desa dalam memperjuangkan Sang Buddha.

Liu rupanya yakin bisa memenangkan kasus ini.

Dia mengatakan kepada telegraf menjelang persidangan: "Patung itu milik penduduk desa, dan saya pikir pemilik asal Belanda harus bertindak dengan cara yang anggun untuk melepaskan dirinya dari situasi sulit."

Patung Sang Buddha ini berusia sekitar 1.000 tahun dan berukuran 1,2 meter. CT scan pada bulan Februari 2015, mengungkapkan bahwa patung emas tersebut menyembunyikan sisa-sisa seorang biarawan yang telah dimumifikasi.

Kontroversi tentang Buddha muncul pada tahun 2015 setelah seorang penduduk desa Yangchun melihatnya di TV, saat patung tersebut dipajang di Museum Sejarah Alam Hungaria di Budapest.

Pada tahun 2015, Mr van Overeem mengatakan bahwa dia membeli patung tersebut seharga 40.000 gulden atau nyaris Rp300 juta pada tahun 1996 dari kolektor lainnya, yang juga mendapatkannya dari seorang teman seniman Tionghoa pada akhir 1994 atau awal 1995.

Dan tubuh mumi di dalam patung emas tersebut dikenal sebagai Zhanggong Zushi, seorang biarawan setempat yang membantu mengobati penyakit dan menyebarkan kepercayaan Buddhis.

Ketika ia meninggal pada usia 37, tubuhnya dimumikan dan ditempatkan di dalam patung tersebut pada masa Dinasti Song China (960-1279).


Loading...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar