Hilang Selama 75 Tahun, Mayat Suami Istri Akhirnya Ditemukan

Mayat suami istri. Foto:dailymail.co.uk.
Gunung-gunung di seluruh dunia selalu menarik orang-orang untuk melakukan petualangan, termasuk yang diselimuti cuaca ekstrem. Namun banyak sekali orang-orang yang mendaki gunung hilang tanpa jejak, dan tidak ditemukan.

Salah satu gunung yag cukup ekstrem untuk didaki adalah pegunungan Himalaya, di mana selalu di selimuti salju. Selain itu, ada juga gunung-gunung lainnya yang kerap diselimuti salju dan memakan banyak korban.

Di antaranya Pegunungan Alpen. Di sini, sekitar 75 tahun yang lalu sepasang pendaki dinyatakan hilang. Dan siapa sangka, seiring mencairnya gletser, pasangan ini muncul kembali dalam keadaan tidak bernyawa. Bagaimana kisah mereka?

Dikutip dari Dailymail.co.uk, sepasang mayat ditemukan berada dekat satu dengan lainnya di Diablerets, Swiss selatan, bersama dengan ransel, botol, sebuah buku dan sebuah jam tangan.

Kepala resor ski Glacier 3000, Bernard Tschannen, mengatakan bahwa mayat tersebut ditemukan Kamis lalu (13/7/2017).

"Seorang pria dan seorang wanita mengenakan pakaian dari perang dunia terakhir. Es menyimpannya dengan sempurna dan barang-barang mereka masih utuh," kata Tschannen kepada harian Le Matin.

Kedua mayat ini diidentifikasi sebagai Marcelin Dumoulin, seorang pembuat sepatu berusia 40 tahun saat itu, dan istrinya Francine, seorang guru sekolah berusia 37, yang telah meninggalkan desa mereka Chandolin untuk menggembalakan sapi mereka di padang rumput di atas Chandolin di kanton Valais pada tanggal 15 Agustus 1942.

Hal ini diperkuat dari keterangan anaknya yang paling kecil yang masih hidup saat ini. Pasangan tersebut tidak pernah kembali dari perjalanan mereka, dan Tschannen mengatakan bahwa pasangan tersebut kemungkinan telah jatuh ke dalam sebuah ceruk.

Sebuah tes DNA telah dilakukan dan secara pasti menegaskan identitas mereka, dan pria bernama Marceline Udry-Dumoulin mengatakan bahwa dia yakin kedua jasad tersebut milik orang tuanya, Marcelin dan Francine Dumoulin.

"Kami menghabiskan seluruh hidup kami untuk mencari mereka, tanpa henti. Kami tidak pernah mengira akan bisa memberikan mereka pemakaman yang pantas didapatkan," ucap Dumoulin, yang berusia empat tahun ketika orang tuanya hilang, mengatakan kepada Le Matin.

Dumoulin sendiri kini berusia 79 tahun. Sementara pasangan ini saat itu meninggalkan lima anak laki-laki dan dua perempuan, yang keudian ditempatkan di rumah panti asuh.

loading...

Subscribe to receive free email updates: