Kuliah Tanpa Izin, Suami Potong Jari Tangan Istrinya

Nasib Hawa Akhter. Foto: dailymail.co.uk.
Kita harus belajar setiap hari, bahkan sampai maut memisahkan ruh dengan tubuh. Belajar bukan hanya duduk di depan meja dan mendengarkan seorang pengajar, baik itu guru hingga dosen

Tapi, belajar bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun. Namun, kadang bagi mereka yang sudah berstatus suami istri seringkali enggan untuk belajar lebih lanjut lagi, terutama meneruskan pendidikannya di universitas.

Apalagi bagi seorang istri, mereka harus mendiskusikannya dengan suami sebelum belajar di universitas. Jik tidak diberi izin, bisa-bisa hl yang tidak menyenangkan terjadi. Seperti wanita ini, yang jari tangannya dipotong suami karena belajar tanpa izinnya.

Dikutip daari dailymail.co.uk, suami ini rupanya cemburu sehingga melakukan perbuatan keji ini. Dan ia kini menghadapi hukuman penjara seumur hidup.

Saat melakukannya, pria bernama Rafiqul Islam ini, menutup mata istrinya, Hawa Akhter, dan menempelkan mulutnya sambil mengatakan kepadanya bahwa dia akan memberinya hadiah kejutan.

Sebagai gantinya, dia menyuruhnya mengulurkan tangan, dan tiba-tiba ia memotong kelima jarinya. Salah satu kerabatnya lalu melemparkan jari-jari Akhter ke tempat sampah, untuk memastikan jika dokter tidak bisa menempelkannya kembali.

Rafiqul sendiri adalah pekerja migran di Uni Emirat Arab, dan ia telah memperingatkan istrinya bahwa akan ada 'konsekuensi parah' jika dia tidak melepaskan studinya.

"Setelah kembali ke Bangladesh, dia ingin berdiskusi dengan saya. Tiba-tiba, dia menutup mata dan mengikat tanganku. Dia juga menempelkan mulut saya dengan mengatakan bahwa dia akan memberi saya beberapa hadiah mengejutkan. Tapi, malah dia memotong jariku," ucap Akhter kepada The Times.

Mohammed Saluddin, kepala polisi Bangladesh mengatakan bahwa Rafiqul telah mengaku perbuatannya, setelah ditangkap di ibukota Dhaka dan ia akan menghadapi tuduhan disfigurasi permanen.

Kelompok hak asasi manusia menuntut hukuman penjara seumur hidup.

"Dia sangat marah. Dia cemburu karena saat ini dia hanya memiliki pendidikan standar kelas delapan, sementara istrinya belajar di perguruan tinggi untuk melanjutkan studi," kata Saluddin.

Akhter mengatakan bahwa dia masih bisa menulis dengan tangan kirinya, dan bertekad untuk melanjutkan studi. Dia sekarang kembali ke rumah orang tuanya.

Loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kuliah Tanpa Izin, Suami Potong Jari Tangan Istrinya"

Posting Komentar