Rabu, 19 Juli 2017

Rahasia di Balik Dunia Pegulat Sumo Elit di Jepang

Pegulat sumo. Foto: dailymail.co.uk.
Setiap negara memiliki kebudayaan dan kebiasaan yang unik, mulai dari pakaian hingga olahraga. Salah satunya adalah negara Jepang, di mana mereka juga memiliki salah satu olahraga yangg terus dipertahankan selama berabad-abad.

Inilah sumo, yang menjadi salah satu olahraga asli dari Jepang. Olahraga tradisional ini cukup unik, di mana pesertanya bukan mereka yang memiliki otot kekar, atau bisa berlari dengan cepat, tetapi memiliki badan yang besar.

Tapi tahukah Anda mengapa badan atlet pegulat sumo ini bisa sangat besar? Fakta-fakta di bawah ini mungkin bisa membuat kita tercengang. Apalagi mereka juga harus menuruti aturan yang ketat untuk diikuti.

Hilang Selama 75 Tahun, Mayat Suami Istri Akhirnya Ditemukan


Pegulat sumo tidur siang dengan selang oksigen.
Dikutip dari dailymail.co.uk, inilah dunia rahasia gulat sumo elit di Jepang, dimana pegulat makan dalam porsi yan sangat besar yaitu 8.000 kalori sehari, dan memakai masker oksigen saat mereka tidur siang.

Foto yang luar biasa telah muncul dari dalam pusat pelatihan Tomozuna sumo di Nagoya, Jepang, di mana 11 pegulat raksasa hanya memakai cawat dan saling bergantian melempar pasir.

Pegulat atau disebut 'rikishi', harus menghabiskan lebih dari tiga jam setiap pagi untuk berlatih bertahan dalam olahraga tersebut, di mana mereka yang kalah adalah yang pertama jatuh atau dipaksa keluar dari ring.

Saat makan siang mereka akan diberikan sarden panggang dan goreng, nasi kukus, dan 'chanko nabe'--hidangan hot pot khusus yang diasosiasikan dengan pegulat sumo tentunya dalam porsi yang sangat besar.

Para pegulat sumo akan tidur siang selama beberapa jam segera setelah makan, sambil mengenakan masker oksigen untuk membantu pernapasan mereka.

Namun, pelatihan yang berat dan cara-cara yang telah terikat dengan tradisi telah membuat banyak pemuda Jepang enggan menjadi pegulat sumo, di mana saat ini didominasi oleh pegulat asing--kebanyakan dari Mongol.

Makan Malam Paling Mahal, Louhan Goreng Seharga Rp9 Juta

Dan mereka dipaksa harus belajar bahasa Jepang dan hidup sebagaimana warga Jepang hidup tanpa ada pengecualian.

Loading...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar