Kamis, 20 Juli 2017

Vladimir Putin Ternyata Senang Mandi Darah Tanduk Rusa

Darah dari tanduk rusa. Foto: mirror.co.uk
Setiap kepala negara tentu memiliki rutinitas tertentu, dalam kegiatannya selain mengatur pemerintahan. Seperti presiden Jokowi yang memiliki peliharaan berupa kambing, sebagai salah satu hobinya.

Lain lagi dengan presiden atau kepala negara di luar negeri, salah satunya adalah presiden Rusia Vladimir Putin. Kepala negara yang memiliki tubuh gagah ini, memiliki beberapa kebiasaan unik bahkan berbahaya.

Selain berburu, ia juga ternyata senang mandi bukan dengan air tetapi darah yang diambil dari tanduk rusa. Lantas untuk apa ia memiliki hobi yang terbilang cukup menjijikkan ini? Alasannya bisa membuat kita terkejut.

Dikutip dari Mirror.couk, tradisi kuno dipandang sebagai obat mujarab untuk meningkatkan kesehatan dan potensi pria.

Putin yang kini berusia 64 tahun, pertama kali mengetahui tentang manfaat pengobatan ekstrak darah tanduk rusa ini sekitar satu dekade yang lalu, bahkan perdana menteri Dmitry Medvedev juga tertarik dengan cara kuno ini.

Menjelang kunjungan ke Pegunungan Altai tahun lalu, sekitar 70 kilogram tanduk rusa disiapkan untuk pemimpin Rusia tersebut. Bahkan ia telah mengunjungi Altai berkali-kali, untuk melakukan ritual yang satu ini.
Putin sedang berendam.
Dia bahkan telah berkonsultasi dengan ahli medis darah marjinal, Alexander Zuykov akan pengobatan kuno ini.

Namun, pelaku hak-hak asasi hewan telah mengutuk praktik "barbar" ini, karena mereka menggergaji tanduk tanpa anestesi untuk mengambil darahnya.

Satu pertanian di Altai, bahkan mengekspor tanduk untuk digunakan dalam obat pengobatan Cina. Di mana ekstrak dari tanduk rusa merah digunakan sebagai tonik yang kuat, terutama untuk vitalitas pria.

"Ini dapat memperkuat tulang, otot, gigi, penglihatan dan pendengaran tubuh, menyembuhkan pleurisy, pneumonia, asma, nyeri sendi, osteoporosis, dan masalah pada tulang belakang," ucap salah satu sumber di pertanian tersebut.

Sebelum digunakan, darah yang telah diambil biasanya akan direbus menjadi "kaldu," yang kemudian digunakan untuk mandai dan berendam. Beberapa orang di Rusia lebih memilih untuk meminum darahnya.

Irina Novozhilova, presiden Pusat Perlindungan Hewan Rusia 'Vita', mengatakan bahwa metode tersebut "benar-benar abnormal".

Dia berkata: "Mandi darah. Ini memanipulasi alam, tanpa akal. Ini adalah contoh murni dari sikap kejam terhadap hewan."

Dia bingung karena banyak yang masih percaya akan keefektifan obat yang datang dari zaman kuno tersebut.

"Orang-orang kuno memang percaya bahwa mereka bisa menyembuhkan diri dengan bantuan dari bagian tubuh binatang. Di abad pertengahan orang juga percaya pada zat kuratif. Saya ingat cerita tentang Countess Bathory yang berduka yang menikmati mandi di darah gadis-gadis muda. Dan Raja James I dari Inggris secara teratur mandi dengan darah hewan," ucap Irina.

Loading...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar