Dispenser Rasis, Enggan Keluarkan Sabun untuk Kulit Hitam

Dispenser sabun rasis.
Sebuah video tiba-tiba menjadi viral, yang menunjukkan sebuah wadah atau dispenser sabun mandi otomatis yang gagal mendeteksi tangan pria berkulit gelap. Dan hal tersebut menimbulkan pertanyaan, tentang rasisme dalam dunia teknologi.

Selain itu, ada juga kurangnya keragaman dalam industri yang menciptakannya. Video viral tersebut diunggah ke Twitter pada hari Rabu, 16 Agustus 2017 oleh pengguna dengan akun Chukwuemeka Afigbo, kepala platform kemitraan Facebook di Timur Tengah dan Afrika.

Lantas seperti apa video tersebut, dan siapa produsen di balik teknologi wadah penyimpan sabun ini? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Video dimulai dengan seorang pria kulit putih melambaikan tangannya di bawah dispenser, dan sabun langsung keluar pada percobaan pertamanya.

Kemudian, pria berkulit gelap itu melambaikan tangannya di bawah dispenser ke berbagai arah selama lebih dari sepuluh detik, dan sabun tidak pernah dikeluar. Tidak jelas apakah ini tangan Afigbo sendiri atau bukan.

Untuk menunjukkan bahwa warna kulit adalah alasannya, ia kemudian memakai handuk kertas putih di bawah dispenser dan langsung diberi sabun.

Dia menuliskan: "Jika Anda pernah memiliki masalah pentingnya keragaman dalam teknologi dan dampaknya terhadap masyarakat, tonton video ini."

Tweet ini kemudian dibagikan lebih dari 93.000 kali, dan video tersebut ditonton lebih dari 1,86 juta tampilan. Tweet ini juga memacu lebih dari 1.800 komentar, banyak di antaranya mengutip ini sebagai contoh lain dari kurangnya keragaman dalam teknologi.

Dispenser sabun ini tampaknya buatan Shenzhen Yuekun Technology, produsen dari China. Dan dijual seharga $15 atau sekitar Rp200 ribuan dan diiklankan sebagai dispenser desinfektan 'tanpa sentuhan'.

DailyMail.com telah menghubungi produsen untuk memberikan komentar. Menurut spesifikasi produk, teknologi ini menggunakan sensor inframerah untuk mendeteksi sabun tangan dan pelepasannya.

Tidak ada tanggapan dari produsen sensor inframerah yang bersedia untuk dimintai pendpaatnya, namun diketahui sensor ini memiliki riwayat gagal mendeteksi warna kulit yang lebih gelap karena cara penggunaannya.

Jenis sensor ini berfungsi dengan mengukur cahaya inframerah (IR) yang memancar dari benda-benda di bidang pandangnya.

Intinya, dispenser sabun mengirimkan cahaya tak terlihat dari bohlam LED inframerah dan bekerja saat sebuah tangan memantulkan cahaya kembali ke sensor.

Kulit yang lebih gelap bisa menyebabkan cahaya menyerap dan memantul kembali, yang berarti tidak ada sabun yang akan dilepaskan.

Berikut rekamannya:

loading...

Subscribe to receive free email updates: