Kue Berumur 106 Tahun Ini Ternyata Masih Bisa Dimakan

Kue awet dan layak dimakan.
Makanan apapun itu pasti memiliki kadaluarsa, atau waktu di mana makanan tersebut sudah tidak layak dimakan lagi. Tapi teknologi semakin maju, di mana makanan bisa dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama meskipun tanpa pengawet.

Namun jika makanan yang awet tersebut berasal dari ratusan tahun lalu, mungkin kita akan enggan untuk memakannya. Apalagi pada zaman dahulu tidak ada teknologi untuk mengawetkan makanan, sehingga bisa saja membusuk dengan mudah.

Tapi Anda harus percaya, jika satu kue ini berhaasil diawetkan dengan sempurna. Meskipun umurnya sudah menginjak 106 tahun, kue ini ternyata bisa dimakan tanpa membahayakan kesehatan. Bagimana bisa?

Ini adalah kue yang dibawa ke Antartika, oleh sebuah tim ekspedisi diketuai oleh Robert Falcon Scott, lebih dari seratus tahun yang lalu. Dan kue ini telah ditemukan di dekat Kutub Selatan baru-baru ini.

Kue buah, yang dibuat oleh mantan pembuat biskuit Reading Huntley & Palmers, ditemukan di sebuah pondok terpencil di Antartika yang dibungkus kertas dan terbungkus kaleng.

Hebatnya, para periset dari badan amal Selandia Baru, Antartika Heritage Trust mengatakan kue itu tampak--dan bahkan tidak berbau--seperti masih layak dimakan.

Lizzie Meek, seorang manajer dari badan amal tersebut, mengatakan bahwa kue tersebut akan menjadi 'makanan berenergi tinggi yang ideal untuk kondisi Antartika,' dan masih menjadi favorit dalam perjalanan dunia modern ke kutub selatan.

"Kami menemukan kue buah yang diawetkan dengan sempurna di antara segenggam kaleng yang tidak dikenal dan sangat berkarat, itu cukup mengejutkan," ucap Meek dikutip dari dailymail.co.uk.

Kue itu ditemukan di rak di sebuah gubuk yang berbasis di Cape Adare, yang digunakan oleh Partai Utara pada tahun 1911, yang merupakan tahun dimana para peneliti percaya bahwa kue itu ditinggalkan di sana.

Scott dan timnya--yang telah meninggalkan Partai Utara di Cape Adare--mencapai Kutub Selatan pada tahun 1912, 34 hari setelah saingannya dari Norwegia datang ke sana, namun seluruh tim meninggal dalam perjalanan pulang.

Dan kini kue tersebut disimpan di tempat yang aman, untuk meghindari pembusukan lebih cepat.

Loading...

Subscribe to receive free email updates: