Selasa, 01 Agustus 2017

Gadis 30 Tahun Cantik Mencari Cinta di Facebook, Ternyata...

Mia Ash. Foto: dailymail.co.uk.
Facebook kini menjelma menjadi salah satu media sosial terbesar di dunia, dengan ratusan juta orang login setiap hari. Bahkan, konten-konten viral kerap berawal dari website buatan Mark Zuckerberg ini.

Lebih dari sekedar media sosial saja, Facebook pun banyak digunakan orang-orang untuk mencari jodoh atau bertemu dengan jodohnya. Meskipun Anda harus berhati-hati, saat pertama kali berteman dengan seseorang dan mulai tertarik padanya.

Tidak sedikit orang-orang yang tertarik dengan penampilan luarnya saja, yang biasanya terlihat dari foto-foto yang diunggah pemilik akun. Seperti cewek cantik yang satu ini, yang sedang mencari cinta di usianya yang menginjak 30 tahun.

Dengan rambut berkilau, seksi dan kusut, wanita ini memiliki nama Mia Ash dan berusia 30 tahun. Ia juga seorang fotografer sukses, yang berpendidikan tinggi dan tinggal di London.

Dia juga tertarik dengan fotografi, dan siapapun yang berkenalan dengannya akan membicarakan hobinya tersebut, kemudian akan membicarakan pekerjaannya, hobi, pengalaman hidup dan harapan mereka untuk masa depan.

Dia juga memiliki lebih dari 500 'teman', dan ditambah lagi ratusan teman di situs LinkedIn, situs jejaring sosial bisnis yang pernah dia gunakan untuk menghubunginya, termasuk juga di Instagram.

Dari identitasnya di media sosial, Mia berasal dari Great Wyrley di Staffordshire dan ia lulusan Royal Academy of Arts, di mana dia mendapatkan gelar BA dalam bidang seni rupa, diikuti oleh Goldsmiths, University of London, di mana dia belajar untuk MA.

Dia memulai karirnya sebagai asisten di Clapham Picturehouse di London barat daya, sebelum staf bekerja di berbagai studio fotografi.

Sementara status hubungannya adalah 'rumit', sebuah frase media sosial yang memberi isyarat ketersediaan bagi siapapun yang ingin dekat dengannya. Bahkan, ia juga sedang mencari cinta sejati.

Tapi sayangnya ada satu masalah besar: Mia Ash tidak ada di dalam kehidupan nyata. Sebagai gantinya, dia adalah penjelmaan dari jebakan 'madu modern.'

Orang di Balik Mia Ash

Identitas Ash ternyata telah dibangun dengan cermat, selama lebih dari setahun oleh geng hacking internasional. Sebuah foto yang dipilih untuk mewakili dia, dan juga banyak selfies, diangkat dari akun media sosial seorang pelajar dan blogger Rumania yang tidak berdosa.

CV dan pembaruan status Ash dibuat dengan hati-hati, untuk meniru para profesional asli di LinkedIn.

Sebelum Ash 'menghilang' dari internet pada bulan Februari lalu, dia dilaporkan telah memikat tokoh senior di industri sensitif di Amerika Serikat, Israel, India dan Arab Saudi untuk mengungkapkan data rahasia yang dijaga dari negara saingan seperti Iran.

Bukan badan intelijen yang berhasil menangkapnya. Itu adalah komputer.

Kedengarannya sangat sederhana: dia hanya perlu mengumpulkan umpan balik untuk survei fotografi. Namun di balik itu semua ada sebuah kejahatan yang luar biasa, yang sangat tertata rapi dari profil seorang wanita muda dan cantik.

Saat ia meminta bantuan kepada targetnya, ia akan mengirimkan file yang telah disisipi oleh malware, dan akan masuk ke dalam sistem IT sebuah perusahaan. Di sana, program yang disebut PupyRAT, siap mencuri rencana korporasi dan strategis.

"Ini adalah salah satu profil palsu yang paling bagus yang pernah saya lihat. Itu pasti berhasil, dan melakukannya selama lebih dari setahun," kata Allison Wikoff, seorang peneliti dengan SecureWorks dikutip dari dailymail.co.uk.

Ini adalah bentuk kejahatan yang sangat halus, yang memang direncanakan sangat matang. Bahkan tidak tanggung-tanggung, satu tahun waktu yang dibutuhkan untuk membuat profil Mia Ash layaknya seorang wanita asli.

Loading...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar