Gara-gara Selfie, Anak Lumba-lumba Tewas di Tangan Wisatawan

Selfie dengan anak lumba-lumba.
Lumba-lumba adalah salah satu hewan yang cuku ramah kepada manusia, bahkan banyak sekali cerita orang yang ditolong oleh lumba-lumba. Maka tidak heran, jika banyak sekali yang senang dengan hewan laut yang satu ini.

Bahkan, lumba-lumba dijadikan hewan penyembuh bagi mereka yang memiliki keterbelakangan mental. Namun manusia kadang melangkah terlalu jauh, bahkan tidak memerhatikan keselamatan dari lumba-lumba atau juga anaknya.

Salah satunya menimpa seekor bayi lumba-lumba ini, yang tewas mengenaskan karena digunakan untuk foto selfie para wisatawan yang memenuhi pantai. Kejadian ini pun membuat banyak warganet geram dan mengecam tindakan tersebut.
Wisatawan selfie dengan anak-lumba-lumba.
Bayi lumba-lumba kecil yang masih menyusui ini, kehilangan induknya dan terdampar di perairan dangkal di lepas pantai selatan Spanyol.

Turis yang sedang memenuhi pantai tanpa pikir panjang langsung menariknya dari laut, membelai dan mengantre untuk foto selfie. Ahli konservasi laut yang mengetahui kejadian ini pun langsung berlari ke tempat kejadian, namun lumba-lumba itu sudah mati saat mereka tiba.

Equinac, sebuah kelompok yang melindungi satwa laut di daerah tersebut, melaporkan kejadian tersebut di halaman Facebook-nya dan mengkritik para wisatawan karena 'terobsesi' foto selfie.

"Manusia adalah hewan yang paling irasional. Banyak orang tidak dapat merasakan empati untuk makhluk hidup yang ketakutan, lapar kelaparan, tanpa ibunya dan ketakutan. Dalam keegoisan mereka, yang mereka inginkan hanyalah memotretnya dan menyentuhnya, bahkan jika hewan itu menderita stres," tulis akun Equinac.

Insiden tersebut terjadi Jumat lalu, di sebuah pantai di Mojacar, sebuah resor tepi laut yang populer dengan ekspatriat Inggris dan turis di provinsi Almeria.

Kelompok tersebut menambahkan: "Cetacea sangat rentan terhadap stres, dan berkerumun di sekelilingnya untuk mengambil foto dan menyentuhnya menyebabkan mereka mengalami kejutan besar, yang mempercepat kegagalan kardiorespirasi, itulah yang terjadi."

Foto: dailymail.co.uk
Loading...

Subscribe to receive free email updates: