Penata Rambut Tolak Cukur Remaja Depresi, Ini yang Dilakukannya

Remaja dengan rambut acak-acakan. Foto: dailymail.co.uk.
Rambut merupakan mahkota bagi wanita, dan mereka akan melakukan apapun juga agar rambutnya tampak indah dan sehat. Namun kadang, perawatan di rumah saja tidak cukup dan wanita biasanya memutuskan untuk pergi ke salon.

Namun ada juga wanita yang tidak memerhatikan kesehatan rambutnya, seperti remaja yang satu ini. Ia pun berangkat ke salon untuk mencukur rambutnya agar kembali tumbuh lebih bagus lagi.

Tapi penata rambut yang bekerja di salon menolak mencukur rambut remaja yang depresi tersebut, malah ia menghabiskan 13 jam untuk memperbaiki rambutnya. Lantas seperti apa rambut remaja yang awalnya acak-acakan?

Dikutip dari Daily Mail, Kayley Olsson, seorang penata rambut di Waterloo, Iowa, baru-baru ini berbagi sebuah cerita di Facebook yang telah menyentuh hati jutaan orang, tentang seorang remaja depresi yang datang ke salonnya.

Pria berusia 20 tahun itu menjelaskan bahwa, anak berusia 16 tahun itu telah mengalami depresi berat selama bertahun-tahun, dan ia merasa sangat tidak berharga sehingga tidak pernah menyisir rambutnya sendiri.

Remaja yang tidak disebutkan namanya itu, meminta Olsson untuk mencukur kepalanya tepat di hari ia masuk sekolah. Tapi penata rambut menolak dan menghabiskan 13 jam untuk memperbaikinya.

Cerita di Facebooknya tersebut pun telah disukai lebih dari 160.000 orang, 67.000 kali dibagikan dan lebih dari 8.500 komentar di pos tersebut.

Olsson memulai ceritanya dengan mengatakan bahwa, ini adalah salah satu pengalaman paling menantang yang pernah dia alami, dan mengatakan bahwa dia memilih untuk tidak menyebutkan nama remaja tersebut.
Hasil akhir perawatan rambut 13 jam.
"Dia sampai pada titik di mana dia merasa begitu rendah dan sangat tidak berharga, sehingga dia bahkan tidak bisa menyisir rambutnya, dia mengatakan bahwa dia hanya bangun untuk menggunakan kamar kecil," tulis Olsson di Facebooknya.

"Ini benar-benar menghancurkan hati saya dan kami mencoba semua yang kami bisa untuk menjaga rambut anak ini untuknya!," tambahnya.

Olsson melanjutkan: "KESEHATAN MENTAL adalah suatu hal, ini mempengaruhi orang di seluruh dunia dan segala usia! ORANG TUA bersikap serius, tidak hanya mendorong anak-anak untuk melupakan sesuatu yang secara pasti tidak dapat mereka lakukan."

Pengguna media sosial telah menyemangati Olsson untuk berbagi cerita dan membantu wanita muda tersebut.

Studi terbaru menunjukkan bahwa, tingkat depresi telah meroket di kalangan orang muda, 11,3 persen anak usia 12 sampai 17 tahun mengalami depresi yang tidak dapat diobati, naik dari 8,7 persen di tahun 2005.

Namun, jumlah remaja yang dirawat karena depresi tetap tidak berubah, menurut sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics.


loading...

Subscribe to receive free email updates: