Turis Membeludak, Unta di Padang Pasir Alami Kemacetan

Kemacetan di gurun pasir.
Kemacetan selalu identik dengan kota-kota besar, di mana mobil dan kendaraan lainnya berseliweran. Ditambah dengan pengguna kendaraan yang kurang tertib, membuat kemacetan semakin sulit untuk diatasi dengan cepat.

Begitu juga saat liburan tiba, kemacetan seolah-olah berpindah dari kota-kota besar ke lokasi wisata yang jauh dan terpencil. Bahkan, di lokasi wisata tertentu, bukan hanya mobil saja yang mengalami kemacetan.

Hewan unta yang digunakan untuk bepergian pun bisa terkena imbas kemacetan, seperti yang terjadi di salah satu gurun yang terkenal ini. Di mana yang terlibat kemacetan bukan kendaraan bermesin, melainkan hewan khas padang pasir.

Dikutip dari dailymail.co.uk, ribuan wisatawan harus menghadapi kemacetan 'lalu lintas' di Gurun Gobi.

Sebuah video media sosial menunjukkan terdapat ratusan unta, yang digunakan oleh wisatawan, yang membentuk antrean panjang untuk mendaki bukit pasir di Gunung Pasir Echoing dan Crescent Lake, tempat wisata populer di Cina barat laut.

Kemacetan itu disebabkan oleh banyaknya turis selama liburan musim panas.

Menurut video tersebut, yang beredar di Weibo oleh akun Huaxi, sejumlah besar wisatawan frustrasi terjebak di tengah padang pasir saat mereka menunggu unta-unta di gurun bergerak.

Seorang karyawan pemandu wisatawan yang akrab dengan masalah ini, telah mengkonfirmasi keaslian video tersebut ke MailOnline.

Mereka mengatakan bahwa video tersebut diambil minggu lalu, dan ini adalah puncak musim untuk menarik lebih banyak wisatawan.

Sekitar 30.000 orang dilaporkan mengunjungi situs tersebut setiap hari pada pertengahan Agustus, dan pihak manajemen telah menyiapkan sekitar 400 unta sebagai sarana transportasi, untuk membawa mereka tur safari.

Tur safari ini mewajibkan wisatawan untuk mengeluarkan biaya 100 yuan atau sekitar Rp200 ribu per orang, yang biasanya membutuhkan waktu satu jam untuk menyelesaikannya.

Namun karena banyaknya wisatawan, membuat unta-unta ini terlihat panik. Bukan unta saja, Namun, wisata tersebut mengatakan jika jumlah pengunjung justru mengalami penurunan sejak pekan lalu.

loading...

Subscribe to receive free email updates: