Ditabrak Banteng Seberat 1.100 Kg, Matador Ini Langsung...

Matador dihantam banteng.
Perarungan antara banteng dan manusia masih dilakukan di beberapa negara Eropa. Di mana manusia yang menjadi lawannya, atau biasa disebut matador, harus bisa 'menghabisi' banteng sebelum ia 'dihabisi'.

Tidak mudah bagi seorang matador menaklukan banteng, apalagi jika ukuran mereka sangat besar dan juga kuat. Salah satunya matador yang satu ini, meskipun sudah cukup profesional tetap saja risiko terluka sangat besar.

Bagaimana tidak, sang matador ditabrak oleh seekor banteng dengan berat lebih adri 1.100 kilogram dan terseret beberapa meter. Kejadian ini pun direkam oleh salah satu penonton yang berada di sana. Bagaimana nasibnya?

Fernando Quintela (26 tahun) harus menderita luka internal ireversibel di arena adu banteng di Moita, sebuah distrik di Lisbon, Portugal, dan ahli bedah tidak dapat menyelamatkannya.

Quintela bertindak sebagai 'forcado', salah satu dari sekelompok pria yang melakukan atraksi yang menjadi bagian tradisi dari adu banteng di negara ini.

Tugas mereka adalah menantang banteng dengan tangan kosong, dengan berdiri di depannya. Tujuannya adalah agar banteng berlari ke arah arahnya, dan salah satu dari matador yang berada di belakangnya akan meraih kepalanya dan melompat ke pundaknya. Mereka semua memakai pakaian tradisional, termasuk topi rajutan hijau panjang.

Namun nasib nahas menghampiri Quintela, di banteng menabraknya di antara dua tanduknya dan melemparkannya ke tanah, sebelum menabrak dia lagi hingga terluka parah.

Dia pun dilarikan ke rumah sakit terdekat, tapi kemudian dibawa ke rumah sakit São José di Lisbon. Ahli bedah tidak dapat membalikkan perdarahan internal dan dia meninggal beberapa jam kemudian.

Petarung yang lahir di Portugal, adalah anggota kelompok forcado Amadores de Alcochete dan memulai debutnya di Prancis pada tahun 2008.

Loading...

Subscribe to receive free email updates: