Misteri Gumpalan seperti Otak Berlendir yang Mulai Menyebar

Gumpalan berlendir.
Masih banyak misteri yang ada di sekitar kita, baik itu menyangkut tumbuhan, hewan, atau juga penampakan-penampakan benda-benda tertentu yang membingungkan. Dan salah satu misteri yang kini beredar adalah tentang gumpalan berlendir.

Gumpalan ini mungkin terlihat seperti alat peraga dari film horor dengan anggaran rendah, tapi gumpalan berlendir mirip otak yang masih misterius ini, bisa Anda temukan di danau-danau.

Lantas apakah gumpalan-gumpalan yang seperti otak ini yang kini mulai menyebar? Apakah itu mahluk hidup yang masih misterius yang bisa menyerang kita kapan saja? Berikut ulasan lengkapnya.

Gumpalan-gumpalan ini terlihat untuk pertama kalinya di Stanley Park di Vancouver, Kanada saat air dalam kondisi sangat rendah.

Makhluk-makhluk itu dikenal sebagai bryozoans, dan telah ada selama ratusan juta tahun, jauh sebelum dinosaurus pertama kali berjalan di Bumi. Dan sekarang, tampaknya, mereka menyebar, namun para ilmuwan tidak yakin mengapa.

Spesies yang ditemukan di Stanley Park, yang dikenal sebagai bryozoan atau pectinatella magnifica, biasanya hanya terdapat di sebelah timur sungai Mississippi.

Para ilmuwan mengklaim bahwa, pemanasan global mungkin telah memaksa organisme aneh ini berkemang lebih banyak. Teori lain adalah bahwa mereka selalu ada di sana, tapi sulit dikenali.

Para ahli baru-baru ini mempelajari satu spesimen yang ditemukan di air, di bagian selatan taman yang dikenal sebagai 'Lost Lagoon'.

Rumpun Bryozoan sebenarnya adalah kumpulan dari ratusan makhluk hidup, yang masing-masing memiliki ukuran sepersekian milimeter (0,04 inchi) panjangnya, hidup bersama-sama dalam massa berlendir.

"Mereka adalah koloni organisme kecil yang suka berkumpul bersama. Mereka memiliki silsilah kuno yang tidak berubah selama ratusan ribu tahun," ucap Stormont dikutip dari Daily Mail.

Invertebrata kecil, yang dikenal sebagai zooid, bersifat hermaprodit dan menyebar melalui rumpun sel pada organisme yang dikenal sebagai statoblasts.

Setiap statoblast dapat bereproduksi secara aseksual jika terlepas dari koloni, memungkinkan gumpalan bryozoan menyebar dalam jumlah besar dalam kondisi yang benar.

Catatan fosil menunjukkan bahwa, bryozoans purba berasal kembali sejauh 470 juta tahun. Bryozoans seringkali sulit dikenali karena mereka menempel di dasar kolam dan danau, di mana warna mereka menyatu dengan air keruh.

Zooids hanya bertahan di perairan yang hangat sekitar 15,5 derajat C, dan para ilmuwan mengklaim bahwa pemanasan global telah membantu makhluk ini menyebar ke utara.

Mereka juga telah ditemukan untuk menyumbat pipa dan sistem pembuangan limbah, dalam jumlah yang lebih besar.

http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-4843668/Blobs-Canadian-lagoon-COLONIES-creatures.html
loading...

Subscribe to receive free email updates: