Sadis, Anak Bunuh Ibu Lalu Memakan Hatinya

Lokasi pembunuhan.
Kisah anak durhaka terus berlanjut, dan seolah-olah tidak pernah ada habisnya. Mereka kadang berani melakukan apapun juga kepada orangtua yang sudah merawatnya sejak kecil, tanpa ampun.

Bukan hanya menyedihkan, perilaku anak juga bisa terbilang sangat sadis. Seperti anak yang satu ini, yang dituduh telah menusuk ibunya sampai meninggal, sebelum memotong hati dan memakannya dengan menambahkan bumbu.

Apa yang membuat anak yang satu ini kalap dan tega melakukan hal yang sangat keji tersebut? Dan ternyata alasannya sangat sederhana sekali, yang bisa membuat kita geleng-geleng kepala.

Dikutip dari Daily Mail, Sunil Kuchakurni (35 tahun), mengunjungi ibunya, Yelava, 65 (tahun), di rumahnya di Mahawala Vasant, di Kolhapur, Maharashtra, di India utara untuk meminta uang kepadanya.

Sunil yang juga seorang pecandu alkohol dan menganggur, menjadi sangat marah saat ibuny menolak memberikan uang tunai, dan kemudian mengambil pisau dapur ibunya lalu menikamnya.

Polisi setempat mengatakan bahwa, dia kemudian memotong usus dan hatinya sebagai memakan yang terakhir untuknya.

Tetangga melaporkan melihat dia berjalan keluar rumah dengan darah menetes dari tangannya, kira-kira satu jam setelah mereka mendengar teriakan dan memberitahu polisi.

Sunil akhirnya ditangkap. Inspektur Senior Sanjay More, dari Kantor Polisi Shahupuri, di Kolhapur, mengatakan: "Dia menganggur dan hidup dari pensiun ibunya. Dia pecandu alkohol dan sering mencuri uang dari ibunya."

Sementara istri dan ketiga anaknya pindah ke Mumbai. Ibunya sudah muak dengannya dan menolak memberi lebih banyak uang.

Inspektur Senior More menambahkan bahwa dia sekarang berada dalam tahanan polisi, sementara penyelidikan sedang dilakukan dan sampel darah diuji untuk memastikan apakah dia memakan bagian tubuh ibunya dalam keadaan marah.

"Beberapa bagian perutnya dan hatinya diekstraksi dan ditemukan di samping tubuh bersama dengan lada dan chutney saat sampai di tempat kejadian," tambahnya.

Foto: dailymail.co.uk
Loading...

Subscribe to receive free email updates: