Ibu Pukuli Anaknya yang Berusia Dua Tahun Hingga Tewas

Ibu pemukul anak.
Seorang ibu berusia 21 tahun di Taiwan telah dituduh memukuli anak laki-lakinya yang berusia dua tahun sampai mati, karena anak laki-laki tersebut menolak mandi, menurut laporan yang dikutip dari dailymail.co.uk.

Ibu bermarga Lin, dari distrik Lingya, Kaohsiung, mengakui bahwa dia menggunakan gantungan baju untuk memukul anaknya pada bulan April lalu, yang menyebabkan dia meninggal dunia.

Sebuah laporan oleh ahli sains forensik setempat menyatakan, bahwa balita tersebut meninggal dunia karena kerusakan pada sistem saraf pusat, yang telah dipicu oleh perdarahan di tempat antara tengkorak dan otak, yang dikenal sebagai hematoma subdural.

Menurut Apple Daily Taiwan, Ms Lin mengatakan kepada polisi bahwa dia memerintahkan anak laki-lakinya yang berusia dua tahun untuk mandi pada tanggal 16 April, namun anaknya nakal, jadi dia menghukumnya dengan menepuknya dengan tangannya dan kemudian dengan gantungan baju berwarna pink.

Dia kemudian meminta anaknya untuk berdiri diam, tapi dia langsung terjatuh dan tak sadarkan diri.

Chen Junji, seorang penyelamat, mengatakan kepada televisi Chung Ti'en bahwa ada tanda memar di sekujur tubuh anak itu, termasuk di kepala, belakang, perut dan empat anggota badan.

Anak laki-laki itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Memorial Universitas Chung-ho Kaohsiung, namun dinyatakan meninggal dunia, setelah berjam-jam dilakukan penyelamatan.

Dokter menuduh ibu melakukan kekerasan dalam rumah tangga, setelah memeriksa luka di tubuh anak itu. Lin mengaku telah menampar anaknya dan memukulinya dengan gantungan baju, saat diinterogasi polisi.

Sebuah laporan laboratorium menyatakan, bahwa anak berusia dua tahun itu mengalami kerusakan di lobus temporal kiri sebelum kejadian tersebut, yang mengindikasikan bahwa dia memiliki masalah dalam berbicara dan mengerti.

Laporan tersebut juga mengatakan, bahwa pemukulan Lin yang jelas menyebabkan anak laki-laki menderita hemoglobin subdural, yang berdarah di antara tengkorak dan otak, dan ini menyebabkan kerusakan fatal pada sistem saraf pusat anak tersebut.

Para ahli percaya bahwa pelecehan itu sangat terkait dengan penyebab kematian anak laki-laki tersebut.

Kantor Jaksa Distrik Kaohsiung memutuskan untuk memvonis ibu berusia 21 tahun tersebut, dengan pembunuhan massal yang melibatkan kekerasan dalam rumah tangga kemarin.

Jaksa menyarankan pengadilan untuk memperparah hukuman sesuai hukum orang dewasa, dengan sengaja melukai anak di bawah umur. Lin bisa menghadapi hukuman lima tahun penjara minimal.

Kantor Kejaksaan mengajukan permintaan penahanan pra-sidang terhadap Ibu Lin pada 18 September lalu.

Foto: dailymail.co.uk
Loading...

Subscribe to receive free email updates: