Kisah Sedih Anak Kecil Jalani 60 Kemoterapi dalam Dua Tahun

Kanker di mata kiri dan menjalar ke otak.
Orangtua mana yang tidak sedih kala anaknya menderita sakit, bahkan hanya demam sekalipun. Keceriaan yang selalu mereka perlihatkan meredup, dan terbaring tak berdaya. Apalagi jika anak yang kita sayangi sampai menderita penyakit mematikan.

Tentunya itu tidak diharapkan setiap orangtua. Tapi kadang, penyakit datang kepada siapapun dan kita tidak akan mampu untuk mencegahnya. Salah satunya anak kecil ini, yang menderita kanker di kepalanya.

Bagaimana tidak sedih, ia harus bertarung selama dua tahun dengan 60 kali kemoterapi. Kisahnya kemudian menjadi viral, karena ia tidak gentar menghadapi penyakitnya tersebut, dan terus melawan demi kesembuhannya.

Poppy Martin harus merasakan bagaimana tumor yang berubah menjadi kanker, merenggut penglihatan mata kirinya. Dan sekarang tumbuh ke arah mata kanan dan sebagian otaknya.

Tidak hanya itu saja, kemoterapi telah membuatnya kehilangan sebagian rambutnya. Di mana ia melakukan kemoterapi hampir satu minggu sekali, sejak didiagnosis 17 bulan yang lalu.

Keluarga Poppy telah diberitahu oleh dokter di Inggris, saat tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan untuknya.

Ibunya Ellena menciptakan sebuah video klip yang menyedihkan, untuk menunjukkan perjalanan Poppy sejak dia didiagnosis kanker. Keluarga berharap, mereka bisa mengumpulkan lebih dari Rp5 miliar untuk membayar perawatan medisnya, yang hanya tersedia di Amerika Serikat.

Ellena, yang tinggal di Whitstable, Kent, mengatakan: "Poppy dikemoterapi untuk sebagian besar hidupnya. Dia harus mengatasi sakitnya kemoterapi hampir setiap minggu, sejak didiagnosis pada bulan Juni tahun lalu."

Poppy memiliki satu jenis neurofibromatosis. Tumor yang biasanya jinak, tapi terkadang menjadi kanker. Komplikasi penyakit ini bisa meliputi gangguan pendengaran, gangguan belajar, masalah jantung, kehilangan penglihatan, dan sakit parah.
Poppy jalani kemoterapi yang menyakitkan.
Ayah Ellena dan Poppy, Robbie Shields adalah seorang tentara dari Hawick di Perbatasan Skotlandia. Ia berharap dapat mengumpulkan biaya untuk perawatan anaknya.

Ellen dan Robbie pertama kali melihat Poppy terkena demam yang normal, saat dia berusia 15 bulan, dan mata kirinya mulai memperlihatkan sebuah masalah kesehatan.

"Seolah-olah dia memiliki sedikit mata malas. Saya telah berbicara dengan ibu saya dan kami pikir itu mungkin hanya karena kedinginan," kata Ellen.

Poppy juga tidak pernah tidur nyenyak, sebagai efek samping dari perawatan intensif.

Dalam sebuah halaman Poppy's Just Giving, ada permintaan Poppy, yang berbunyi: "Hidup kita tidak akan pernah sama lagi."

Sejauh ini, keluarga tersebut telah mendapatkan Rp330 juta dari target Rp5 miliar.

Foto: dailymail.co.uk.
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Sedih Anak Kecil Jalani 60 Kemoterapi dalam Dua Tahun"

Posting Komentar