Hasil Menggiurkan Bisnis Tikus Besar untuk Konsumsi

Mendengar kata tikus kita akan terbayang binatang yang menjijikkan dan kotor. Ya, tikus juga sering disebut sebagai hama bagi petani. Mereka berkembang biak sangat cepat, termasuk yang ada di kota-kota besar.

Tikus konsumsi manusia
Tikus konsumsi. Foto: workpointtv.com
Tapi pernahkah Anda mendengat tikus untuk konsumsi manusia? Bahkan dagingnya bisa sangat mahal, dan melebihi harga satu kilogram daging ayam. Mungkin kita akan mual mendengar jika tikus ternyata bisa dijadikan kuliner.

Nah, jika Anda pergi ke Thailand, pastikan dulu jika daging yang Anda konsumsi bukan daging tikus. Lantas tikus apa yang menjadi bahan makanan ini, dan seperti apa bisnis yang kini mulai banyak dilirik petani di Thailand?

Saat ini sudah mulai banyak petani yang memulai menernakkan tikus. Ukuran tikus ini pun bisa sangat besar yang bisa membuat kita merinding ketakutan.

Tikus yang diternakkan tidak jauh berbeda dengan 'keluarga' mereka yang tinggal liar di pertanian. Dan para peternak ini tentu memperlakukan tikus yang akan dikonsumsi manusia ini bebas dari parasit dan penyakit.

Dan umur beternak tikus pun relatif cepat, dalam waktu 4 bulan sudah bisa memanennya. Begitu juga dengan modal yang dikeluarkan, tidak terlalu banyak bahkan tidak memiliki perlakuan khusus.

Baca Juga: Heboh Ular Piton Diberi Makan Anak Anjing Hidup

Tetapi indukan tikus akan disimpan di tempat yang berbeda. Untuk makanan tikus-tikus ini di antaranya adalah daging babi, tebu, singkong, nasi, rumput hingga bunga sakura. Dan waktu untuk memberian makan adalah setiap malam.

Petani bisa memanen tikus dalam 3-4 bulan. Harga jualnya Rp50-80 ribu perkilogramnya tergantung ukurannya. Dan olahan daging tikus ini cukup beragam. Baik itu dibuat sayur, digoreng atau dibakar.

Olahan daging tikus
Makanan dari tikus.
Video berikut mungkin bisa memperlihatkan seperti apa bisnis peternakan tikus di Thailand:

Loading...

Belum ada Komentar untuk "Hasil Menggiurkan Bisnis Tikus Besar untuk Konsumsi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel