Mengapa begitu banyak wanita menggertakkan giginya di malam hari?

Ilustrasi menggertakkan gigi
Ilustrasi menggertakkan gigi. Foto: dailymail.co.uk.
Kita pasti memiliki satu kebiasaan yang sulit dihilangkan, baik itu mengupil, kentut sembarangan hingga menggertakkan gigi. Meskipun kebiasaan tersebut biasa saja bagi kita, menurut orang lain bisa menjijikkan.

Namun ternyata, ada alasan di balik beberapa kebiasaan tersebut. Bahkan di antaranya buruk bagi kesehatan. Salah satunya adalah menggertakkan gigi, yang biasanya banyak dilakukan oleh wanita di malam hari.

Lantas berbahayakah kebiasaan tersebut jika dibiarkan terus menerus? Jawabannya, ya. Lalu apa dampaknya bagi kesehatan dan adakah cara untuk Anda bisa menghentikannya? Simak ulasannya di tautan ini.

Bruxism adalah istilah medis untuk mengepalkan dan menggertakkan gigi secara spontan, biasanya dilakukan saat tidur. Menurut NHS - badan kesehatan di Inggris - sebanyak enam juta orang menderita ini. Dan mayoritas adalah wanita berusia 25 hingga 44 tahun.

Meskipun terdengar seperti kebiasaan ringan, jika terus dilakukan dapat membuat banyak kerusakan.

Rahang sendiri adalah otot paling terkuat di tubuh. Normalnya mampu mengunyah hingga tekanan 10-20 kilogram pada gigi. Tetapi saat kita melakukan Bruxism, kekuatan meningkat setara dengan tekanan 150 kilogram tekanan.

Tekanan besar ini cukup untuk memecahkan cangkang walnut. Dan ternyata, banyak wanita yang melakukannya selama 40 menit, di dalam tidur mereka.

Tidaklah mengherankan jika hal itu dapat merusak gigi, menyebabkannya retak, patah atau menjadi lebih sensitif.

Kebiasaan ini juga dapat menjalar ke masalah lain seperti di leher, bahu dan punggung sebagai otot-otot rahang menjadi begitu aktif.

Menggertakkan gigi bahkan bisa menjadi salah satu penyebab vertigo dan gangguan pendengaran, dengan memicu peradangan pada otot telinga bagian dalam.

"Jika seseorang melakukan ini, otot-otot meningkat dalam ukuran karena terlalu banyak bekerja dan membuat wajah berubah. Ini seperti membangun otot Anda dengan beban. Anda berakhir dengan lebih banyak massa otot di wajah dan rahang," kata Dr Uchenna Okoye, dokter gigi estetika dan direktur di London Smiling Dental Group.

Hasilnya bisa berupa wajah persegi, pipi hamster menggembung atau 'lentera rahang' - rahang panjang dan tipis dengan dagu yang menonjol.

Jadi apa yang menyebabkan wanita menggertkakkan gigi? Para ahli sepakat: stres.

Dr Shivani Patel, dari Elleven Dental di London, memberi tahu jika ada unsur genetik yang kuat dari ibu, tetapi stres itu pemicunya. Dr Patel telah melihat kasus-kasus bruxism meroket sebesar 30 persen dalam lima tahun terakhir, karena tekanan kehidupan kita menjadi semakin tinggi.

Sebagian besar pasiennya adalah wanita, tetapi Dr Patel juga mulai merawat anak-anak di antaranya yang berumur 11 tahun.

Dan sementara para ahli mengatakan bahwa, stres mungkin telah memicu kebiasaan ini, mereka juga memperingatkan bahwa begitu dimulai, itu bisa menjadi kebiasaan.

Jadi bagaimana Anda bisa tahu jika mengalami Bruxism? Profesor Eder mengatakan untuk meminta saran dokter gigi, untuk mencari tanda-tandanya.

"Biasanya Anda akan melihat garis horizontal berwarna putih di dalam pipi, tepat di samping tempat gigi bertemu, pada orang-orang yang aktif mengalaminya. Anda juga dapat melihat lekukan di kedua sisi lidah," kata Profesor Eder.

Banyak pasien tidak akan menyadari betapa tegangnya mereka sampai mereka melihat tanda. Dan cara yang paling efektif untuk menghilangkan kebiasaan Bruxism adalah dengan manajemen stres. Dan ciptakan keadaaan santai bagi Anda sendiri.
Loading...

0 Response to "Mengapa begitu banyak wanita menggertakkan giginya di malam hari?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel