Obat Asam Urat yang Dipakai Jutaan Orang Ini Sebabkan Serangan Jantung

Obat asam urat yang sering digunakan
Obat asam urat yang sering digunakan. Gambar: dailymail.co.uk
Saat kita diserang penyakit asam urat, tentunya akan mengambil obat dan meminumnya. Ya, beberapa obat penghilang rasa sakit akibat nyeri sendi asam urat ini memang umum diresepkan. Bahkan, jutaan orang kerap mengonsumsinya secara rutin.

Obat asam urat ini bekerja sangat efektif untuk menghilangkan nyeri, jika dibandingkan dengan tanaman herbal, yang membutuhkan waktu yang relatif lebih lama bekerja.

Tapi siapa sangka, jika satu obat yang diminum oleh jutaan orang ternyata memiliki efek samping yang jauh lebih berbahaya. Di mana obat ini bisa menyebabkan serangan jantung dan juga stroke. Obat apakah yang dimaksud?

Dikutip dari Daily Mail, sebuah penelitian terhadap lebih dari 6,3 juta orang dewasa menemukan bahwa diklofenak, yang diresepkan di bawah nama merek Motifene dan Diclomax, menempatkan pasien pada risiko perdarahan gastrointestinal yang lebih tinggi, dibandingkan dengan obat penghilang rasa sakit lainnya.

Diklofenak adalah obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID), yang disetujui untuk menghilangkan asam urat, konjungtivitis alergi berat, operasi pasca nyeri dan arthritis di Inggris.

Kekhawatiran ini menyebabkan regulator Inggris melarang, bentuk tablet obat itu dijual secara bebas pada tahun 2015. Tapi obat ini masih bisa dibeli di apotek dalam bentuk gel, seperti Voltaren, untuk menghilangkan rasa sakit dan peradangan.

Di belakang temuan penelitian, yang diterbitkan dalam British Medical Journal, para peneliti Denmark menyerukan dari larangan obat di Inggris untuk diperluas ke seluruh dunia.

Para ilmuwan, dari Rumah Sakit Universitas Aarhus, mengatakan: "Sudah waktunya untuk mengakui potensi risiko kesehatan diklofenak dan mengurangi penggunaannya. Diklofenak seharusnya tidak tersedia di apotek hingga toko obat. Dan harus ada peringatan yang tepat tentang potensi risikonya."

Para ilmuwan menganalisis data registri nasional untuk jutaan orang dewasa Denmark. Semua peserta studi telah mengonsumsi obat resep ini, setidaknya satu tahun sebelum dimulai pada Januari 1996.

Usia rata-rata peserta yang memakai NSAID berkisar antara 46 hingga 49 tahun. Sementara pasien yang memakai parasetamol, obat penghilang rasa sakit lainnya, sekitar 56 tahun.

Hasil menunjukkan, diklofenak sangat terkait dengan peningkatan risiko masalah jantung seperti denyut jantung tidak teratur, stroke iskemik, gagal jantung atau serangan jantung. Dalam 30 hari sejak memulai pengobatan, dibandingkan dengan mengonsumsi ibuprofen, naproxen atau parasetamol.

Dengan setiap tahun seorang pasien tetap pada diklofenak, risiko ini akan meningkat. Dibandingkan dengan mereka yang memakai parasetamol, pengguna diklofenak memiliki risiko tiga kali lipat terkena serangan jantung atau stroke.

Baca Juga: Sering Mendengkur, Jadi Gejala Asam Urat yang Sering Diabaikan

Peningkatan risiko ini mempengaruhi pria dan wanita dari segala usia. Termasuk mereka yang pada awalnya berisiko rendah, terkena serangan jantung atau stroke.

Loading...

Belum ada Komentar untuk "Obat Asam Urat yang Dipakai Jutaan Orang Ini Sebabkan Serangan Jantung"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Cari yang kamu inginkan di sini

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel