'Tidak Ada Bukti' Jika Kolesterol Tinggi Penyebab Serangan Jantung

Statin digunakan sebagai obat kolesterol.
Statin digunakan sebagai obat kolesterol. Gambar: dailymai.co.uk

Kita selalu percaya, jika kolesterol tinggi berhubungan erat dengan beragam penyakit kadiovaskuler yang mematikan, salah satunya serangan jantung. Sebut saja penyakit jantung dan stroke, yang dipercaya dipicu oleh tingkat kolesterol yang tinggi.


Apalagi jika kita mengalami saat kolesterol tinggi, badan akan terasa tidak nyaman hingga kepala terasa pusing. Tapi apakah benar jika kolsetrol tinggi berhubungan erat dengan penyakit jantung?

Ternyata, tidak ada bukti kuat yang membuktikan bahwa, memiliki tingkat kolesterol jahat yang tinggi menyebabkan penyakit jantung. Hal ini bahkan diungkapkan oleh ahli jantung terkemuka. Bagaimana penjelasannya?

Para peneliti telah memperingatkan jika statin - obat penghilang kolesterol - tidak menawarkan perlindungan bagi jutaan orang. Dan dokter harus 'meninggalkan' untuk memberikan resep ini kepada penderita kolesterol tinggi.

Beberapa ahli jantung tidak setuju jika pil murah ini memiliki manfaat apa pun terhadap tingkat kolesterol.

Para ahli setuju bahwa, bagi orang-orang yang sudah memiliki risiko serangan jantung tinggi - terutama mereka yang sudah mengalami serangan jantung atau stroke - statin justru akan terbukti menjadi penyelamat.

Di mana kita percaya, jika tingginya kadar LDL-C, yang dikenal sebagai kolesterol jahat, telah dianggap sebagai penyebab utama penyakit jantung - pembunuh terkemuka di dunia - setidaknya selama 50 tahun.

Tetapi studi baru, berdasarkan data sekitar 1,3 juta pasien, menunjukkan jika dengan meminum statin untuk pengobatan kolesterol tidak memberikan manfaat sama sekali.

Sebuah tim yang terdiri dari 17 dokter dari seluruh dunia menemukan, kadar LDL-C tinggi tidak terkait dengan risiko penyakit jantung.

Ini juga berlaku untuk pasien dengan hiperkolesterolemia familial (FH), suatu kondisi genetik yang menyebabkan mereka memiliki tingkat abnormal LDL-C.

Penelitian, yang diterbitkan dalam Tinjauan Ahli Farmakologi Klinis, juga tidak menemukan kaitan antara tingkat tinggi LDL-C dan aterosklerosis.

Hal ini meskipun literatur medis menyatakan, jika endapan lemak yang menyumbat arteri - yang dikenal secara medis sebagai aterosklerosis - terdiri dari kolesterol. Dan pasien serangan jantung, terbukti memiliki kadar kolesterol LDL-C yang lebih rendah daripada normal.

Profesor Sherif Sultan, salah satu peneliti, mengatakan kepada The Irish Times bahwa, 'temuan terkuat' adalah orang lanjut usia dengan tingkat LDL-C yang tinggi hidup paling lama.

Dr Malcolm Kendrick, dokter umum yang bekerja di Macclesfield dan penulis The Great Cholesterol Con, adalah salah satu peneliti yang terlibat dalam penelitian ini. Para peneliti lainnya berasal dari AS, Irlandia, Italia, Swedia, Prancis, dan Jepang.

Menulis dalam jurnal, mereka menulis: "Kami menyarankan dokter harus meninggalkan penggunaan statin dan inhibitor PCSK-9."

Inhibitor PCSK9 adalah kelas yang relatif baru dari perawatan penurun kolesterol, yang studi telah menunjukkan sama efektifnya dalam memotong tingkat LDL-C seperti statin.

Dr Aseem Malhotra, seorang ahli jantung NHS yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan kepada MailOnline, bukti-bukti sedang menguat terhadap penggunaan statin.

"Setelah meninjau bukti, dalam pandangan saya satu-satunya orang yang harus diberikan statin - obat penurun kolesterol - adalah mereka yang memiliki risiko penyakit jantung yang tinggi," ucap Malhotra.

Hingga enam juta orang dewasa di Inggris saat ini, kerap meminum statin untuk menurunkan kadar kolesterol. Di mana mereka percaya dengan cara ini bisa mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

Baca Juga: Satu Sendok Makan Minyak Zaitun, Stroke dan Kanker Hilang

Bahkan jika digunakan dalam jangka panjang, pil ini kerap dikaitkan dengan diabetes, nyeri otot dan kehilangan ingatan.

Loading...

Belum ada Komentar untuk "'Tidak Ada Bukti' Jika Kolesterol Tinggi Penyebab Serangan Jantung"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel