Ingin Makan Daging Tapi Punya Asam Urat? Boleh, Kok

Makan daging bagi penderita asam urat
Makan daging bagi penderita asam urat. Gambar: Pixabay/fudowakira0 

Penderita asam urat kadang harus pilih-pilih dalam mengonsumsi makanan, terutama makanan yang tinggi purin. Makanan tinggi purin seperti daging, seafood dan yang mengandung gula kerap dihindari penderita asam urat.


Tapi benarkah jika penderita asam urat tidak boleh mengonsumsi makanan-makanan tersebut? Dokter mungkin akan merekomendasikan kepada Anda untuk menghindarinya sebisa mungkin, untuk mengonsumsi makanan tersebut.

Tapi jika Anda ingin memakan daging dan punya asam urat, ternyata masih bisa mengonsumsinya. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya.

Dikutip dari diagnosisdiet.com, beberapa budaya di dunia mejadikan daging makanan pokoknya. Salah satunya orang-orang Arktik, di mana hampir 100 persen makanan mereka merupakan daging hewani. Tetapi anehnya, mereka tidak mengembangkan penyakit asam urat.

"Asam urat tidak dimiliki oleh mereka yang tinggal di Eskimo dan Indian Utara, meskipun makanan mereka kaya purin." [Schaefer 1959]

Makanan hewani lebih tinggi protein daripada makanan nabati. Protein ini justru akan meningkatkan pengeluaran purin dalam urin, yang sebenarnya dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah.

Tetapi beberapa makanan nabati kaya purin, termasuk kacang-kacangan, bayam, asparagus, dan jamur tidak berperan seperti protein hewani.

Makanan tinggi purin dalam makanan tidak memiliki banyak efek, pada peningkatan kadar asam urat daam darah. Faktanya, sebagian besar asam urat dalam darah berasal dari dalam tubuh, sebagai bagian dari pergantian sel sehari-hari.

"Kandungan purin dari makanan biasanya tidak berkontribusi lebih banyak." [Emmerson 1996].

Studi yang mengaitkan makanan hewani dengan asam urat adalah studi epidemiologis, yang telah mengamati bahwa orang yang makan lebih banyak daging cenderung memiliki kadar asam urat yang lebih tinggi dan atau risiko asam urat yang lebih tinggi.

Studi-studi ini tidak mengambil karbohidrat secara umum, atau fruktosa khususnya, menjadi bahan pertimbangan.

Oleh karena itu kita tidak tahu, apakah orang yang melaporkan makan lebih banyak daging menyebabkan asam urat, juga makan lebih banyak fruktosa.

Sehingga ini bisa menjadi kelalaian kritis, mengingat bahwa kita telah tahu sejak tahun 1967 bahwa, fruktosa - gula - dapat meningkatkan kadar asam urat.

Selain itu, ada beberapa studi epidemiologi yang tidak menemukan hubungan apa pun antara tingkat asam dan asam urat.
Loading...

Belum ada Komentar untuk "Ingin Makan Daging Tapi Punya Asam Urat? Boleh, Kok"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel