Masuk ke Pulau Terpencil dan Berbahaya di Dunia, Pria Ini Tewas Dipanah

Suku terpencil di dunia dan berbahaya
Suku terpencil di dunia dan berbahaya.

Beberapa suku dan kebudayaan di dunia ini masih ada yang belum terjamah oleh modernintas. Dan mereka bisa hidup serta mencari makan dengan cara lama, yaitu berburu. Bahkan, ada satu daerah yang paling mematikan bagi manusia modern.


Tidak ada yang berani datang ke pulau terpencil tersebut, karena siapapun yang datang akan disambut dengan ketidakramahan penduduknya. Dan pulau tersebut adalah pulau Sentinel, yang terletak di India.

Tapi bagi John Allen Chau, ia rela membayar nelayan setempat untuk membantunya pergi ke pulau tersebut. Tapi nahas, nasibnya justru harus berakhir, usai anak panah menyambut kedatangannya. Lantas apa yang ia akan lakukan di sana?

Dikutip dari dailymail.co.uk, Chau naik perahu dengan para nelayan. Lalu ia bertualang sendirian menggunakan kano, di mana penduduk asli hidup terputus sepenuhnya dari dunia luar.

Begitu ia menginjakkan kaki di pulau itu, yang terlarang bagi pengunjung, Chau menemukan dirinya dihujani anak panah, tetapi ia terus berjalan.

Suku itu kemudian mengikat tali di lehernya dan menyeret tubuhnya, menurut nelayan yang membantunya sampai di sana.

Polisi India mengatakan, sebuah kasus pembunuhan telah didaftarkan terhadap 'suku tidak dikenal' dan tujuh orang - nelayan yang membawanya ke pulau itu - dan telah ditangkap sehubungan dengan kematiannya.

Tetapi suku Sentinelese yang membunuh Chau tidak dapat dituntut, karena datang ke pulau itu adalah ilegal. Hal ini dalam upaya untuk melindungi cara hidup penduduk setempat, dan melindungi mereka dari penyakit.

Sekarang, seorang teman telah mengungkapkan kepada DailyMail.com bahwa Chau 'berkomitmen' untuk bepergian ke pulau terpencil, jauh di Samudera Hindia, untuk menyebarkan agama Kristen. Dan ia telah jauh hari merencanakan perjalanan itu, setidaknya selama tiga tahun.

Neil MacLeod, dari Stornaway, Skotlandia, mengatakan dia bertemu dengan Chau pada penerbangan dari London ke Phoenix, Arizona, pada Oktober 2015.

MacLeod mengungkapkan, Chau mengatakan kepadanya bahwa dia baru saja kembali dari India dan mencoba mencari tahu bagaimana melakukan perjalanan ke Pulau Sentinel Utara, yang terpencil di Teluk Benggala.

"Dia menyebutkan bahwa dia ingin pergi ke pulau ini, pulau di mana dia sekarang ditemukan tewas. Aku pernah mendengar tentang pulau ini dan aku tahu betapa berbahayanya mereka, jadi aku terkejut dengan itu," kata MacLeod.

Sejak penerbangan, MacLeod mengatakan bahwa dia telah mengirim email bolak-balik dengan Chau, yang dia gambarkan sebagai 'magnetis' dan 'menawan'.

"Dia benar-benar hangat, ramah dan bersahabat. Anda mungkin memiliki gagasan tentang seperti apa misionaris itu. Kurasa dia benar-benar rugi. Saya sangat menyesal tentang apa yang telah terjadi," tambahnya.

MacLeod mengatakan Chau yang tinggal di Portland, Washington, dan bekerja sebagai EMT pada saat itu. Dia mengatakan dia telah membantu selama insiden besar, termasuk di belakang Badai Katrina pada tahun 2005.

Polisi telah mengetahui bahwa, dia memiliki keinginan yang kuat untuk bertemu orang-orang Sentinel. Dan ingin berkhotbah di pulau itu.

Pihak berwenang mengatakan, Chau telah melakukan beberapa perjalanan ke pulau-pulau Andaman baru-baru ini. Debelum akhirnya berhasil sampai ke daerah terpencil, dengan menawarkan uang kepada nelayan setempat.

Sementara penemuan tubuh Chau, terlihat keesokan harinya oleh nelayan. Ketika mereka kembali, dan belum diambil.

Polisi kini telah melancarkan penyelidikan. Penyelidikan dimulai setelah polisi dihubungi oleh konsulat Amerika Serikat di kota selatan Chennai.

"Dia berusaha mencapai pulau Sentinel pada 14 November tetapi tidak berhasil," kata sumber polisi.

"Dua hari kemudian dia bersiap-siap dengan baik. Dia meninggalkan bagian tengah yang suram dan mengambil kano sendirian di pulau itu. Dia diserang oleh panah tetapi dia terus berjalan. Para nelayan melihat suku-suku yang mengikat tali di lehernya dan menyeret tubuhnya. Mereka takut dan melarikan diri tetapi kembali keesokan paginya untuk menemukan tubuhnya di pantai laut," ucap polisi.

Tubuhnya belum diambil, karena polisi harus menyusun strategi mengingat nuansa dan kepekaan budaya di sana.

BACA JUGA:

Bangkai Mirip Makhluk Legendaris Loch Ness Terdampar di Pantai

Jutaan Ikan, Kepiting dan Lobster Memenuhi Pantai Usai Badai Reda

Suku Sentinelese telah berulang kali menunjukkan bahwa mereka ingin dibiarkan sendirian, dan keinginan mereka harus dihormati.
Loading...

Belum ada Komentar untuk "Masuk ke Pulau Terpencil dan Berbahaya di Dunia, Pria Ini Tewas Dipanah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel