Eksperimen Satu Bulan Perbedaan Vaping dan Rokok Konvensional, Hasilnya Mengejutkan

Cara seseorang untuk merokok kini mulai beralih. Dari yang tadinya setia dengan tembakau, mulai beralih ke rokok elektrik atau biasa disebut vaping. Vaping sendiri dipercaya jauh lebih sehat dibandingkan dengan rokok konvensional.

Benarkah demikian? Sebuah eksperimen yang baru-baru ini mengungkapkan, perbedaan antara rokok elektrik atau vaping dengan rokok konvensional, atau rokok tembakau. Dan eksperimen ini dilakukan selama satu bulan lamanya, atau setara 320 batang rokok.

Dan hasilnya pun sangat mengejutkan, terutama bagi Anda yang masih setia dengan rokok konvensioan. Lalu apa hasilnya? Simak videonya di bawah ini.

Rokok konvensional vs rokok elektrik.
Kesehatan Masyarakat Inggris melakukan tes menggunakan toples kapas yang terpapar asap tembakau, uap e-rokok atau udara normal.

Hasilnya menunjukkan, tabung yang terkena 320 batang rokok tembakau berubah menjadi cokelat dan lengket. Sementara metode vaping hanya ada perubahan warna yang tipis sekali pada kapas.

Pejabat di Badan Kesehatan Inggris memperingatkan, hampir setengah dari perokok tidak menyadari betapa jauh lebih sehat rokok elektrik. Dan mereka memperingatkan, itu akan 'tragis' jika perokok terjebak pada tembakau karena 'ketakutan yang salah' tentang keamanan vaping.

Namun, para ahli memperingatkan ada kekhawatiran tentang rokok elektronik, yang berkontribusi terhadap penyakit jantung. Meskipun rokok elektrik diklaim bermanfaat dalam perang melawan rokok penyebab kanker atau rokok konvensional.

Tetapi mereka memperingatkan, sekitar 44 persen perokok percaya bahwa vaping sama berbahayanya dengan tembakau. Stau tidak menyadari seberapa banyak vaping yang lebih sehat.

Dalam sebuah percobaan laboratorium, para ilmuwan mengungkapkan, betapa banyak kerusakan akibat 16 bungkus rokok terhadap kapas, dari pada jumlah yang sama dari uap vape.

"Kami ingin mendorong lebih banyak perokok untuk mencoba dan berhenti sepenuhnya dengan bantuan vaping, atau dengan menggunakan pengganti nikotin lain seperti permen karet, karena ini akan secara signifikan meningkatkan peluang keberhasilan mereka," ucap pejabat berwenang.

Para ahli, sementara mengakui risiko kanker paru-paru lebih rendah dengan vaping. Tapi mereka memiliki kekhawatiran keamanan lain, yang belum dieksplorasi dan kekhawatiran tentang anak muda yang menggunakannya.

Vaping mengandung bentuk cair nikotin yang dipanaskan menjadi uap untuk dihirup, menghindari bahaya yang disebabkan oleh asap tembakau.

Sekitar tiga juta orang dewasa di Inggris telah menggunakan vape dalam satu dekade ini.

Profesor Martin McKee, dari London School of Hygiene dan Tropical Medicine, seorang kritikus tentang promosi rokok elektrik, memiliki keraguan.

Dia mengatakan, ada 'kekhawatiran yang berkembang' tentang risiko vaping pada penyakit jantung. Dan ia berpendapat, perangkat itu belum terbukti menjadi bantuan yang efektif untuk berhenti merokok.

"Kami berharap rokok elektrik memiliki risiko kanker yang lebih rendah,, tetapi ada kekhawatiran tentang risiko penyakit jantung," ucapnya.

Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan bahwa, tidak menempatkan rokok elektrik lebih aman, masih terlalu dini untuk mengetahui tentang efek jangka panjang.

Baca Juga:

Tips Membersihkan Paru-Paru Perokok dalam Waktu Dua Hari

Vape, Rokok Elektrik Beraroma Sangat Berbahaya bagi Penderita Asma

Viral Video Mengejutkan Perbedaan Paru-paru Sehat dan Perokok

Berikut videonya:

Loading...

Belum ada Komentar untuk "Eksperimen Satu Bulan Perbedaan Vaping dan Rokok Konvensional, Hasilnya Mengejutkan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel